WNA Inggris Tewas Tergantung di Toilet Kantor Imigrasi Depok, Otoritas Berkoordinasi
WNA Inggris Tewas di Toilet Imigrasi Depok, Otoritas Koordinasi

WNA Inggris Tewas Tergantung di Toilet Kantor Imigrasi Depok, Otoritas Berkoordinasi

Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok telah mengonfirmasi ditemukannya seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris dalam kondisi tewas di dalam kamar mandi ruang tahanan mereka. WNA tersebut diidentifikasi sebagai Duncan James Rance, dengan inisial DJR. Kejadian ini telah dilaporkan kepada Duta Besar Inggris di Indonesia sebagai langkah koordinasi resmi.

Kronologi Penemuan dan Tindakan Awal

Kepala Kantor Imigrasi Depok, Irvan Triansyah, menjelaskan bahwa pada Selasa, 21 April 2026, sekitar pukul 15.45 WIB, petugas menerima laporan mengenai kecurigaan terhadap kondisi seorang tahanan di kamar mandi ruang detensi. "Petugas kemudian melakukan pengecekan awal, namun tidak ditemukan respons dari DJR," ujar Irvan. Karena tidak ada tanggapan, petugas memutuskan untuk membuka paksa pintu kamar mandi.

Setelah pintu berhasil dibuka, DJR ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Petugas segera menghubungi kepolisian dan fasilitas kesehatan untuk penanganan darurat. Setelah pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian, DJR dinyatakan telah meninggal dunia. Irvan menegaskan bahwa proses penanganan dilakukan secara profesional, transparan, dan dengan prinsip kehati-hatian.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Koordinasi dengan Pihak Terkait

Irvan menyatakan bahwa Kantor Imigrasi Depok telah dan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan komunikasi yang baik serta penanganan yang tepat. "Imigrasi telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, perwakilan Pemerintah Inggris, dan keluarga di Indonesia," jelasnya pada Rabu, 22 April 2026. Ia juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya DJR dan menegaskan komitmen untuk menangani peristiwa ini secara bertanggung jawab.

Detail Investigasi dari Kepolisian

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, membenarkan peristiwa ini dan memberikan detail lebih lanjut. Korban dievakuasi oleh petugas Polsek Sukmajaya bersama tim Inafis Polres Metro Depok. Made menjelaskan bahwa DJR telah ditahan oleh pihak imigrasi sejak Senin, 20 April 2026, karena diduga melanggar izin tinggal.

Pada Selasa sekitar pukul 15.20 WIB, berdasarkan rekaman CCTV, korban terlihat memasuki kamar mandi. Saat seorang saksi melintas, korban tidak terlihat di ruang tahanan, sehingga dilaporkan kepada petugas. Petugas kemudian mengecek dan menemukan ruang tahanan kosong, namun pintu kamar mandi tertutup. Setelah memanggil tanpa respon, petugas mencoba melihat melalui lobang tembok kamar mandi, tetapi tidak berhasil.

"Petugas langsung mendobrak pintu kamar mandi dan menemukan korban dalam keadaan tergantung pada besi teralis ventilasi kamar mandi," ucap Made. Evakuasi dilakukan segera setelah penemuan tersebut.

Langkah-Langkah Selanjutnya

Pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam untuk menentukan penyebab pasti kematian. Koordinasi antara Kantor Imigrasi Depok, kepolisian, dan perwakilan Inggris terus berlanjut untuk memastikan proses hukum dan administratif berjalan lancar. Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan dan penanganan tahanan dengan standar keamanan yang ketat di fasilitas imigrasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga