Trump Ancam Kerahkan Agen ICE di Bandara Imbas Duit Keamanan Belum Cair
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menggunakan agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) untuk memberikan keamanan di bandara-bandara di seluruh negeri. Ancaman ini muncul di tengah kebuntuan anggaran yang berkepanjangan, yang menyebabkan personel keamanan reguler bandara tidak dibayar sejak pertengahan Februari.
Ancaman di Media Sosial dan Respons Elon Musk
Dalam postingan di Truth Social pada Minggu (22/3/2026), Trump menulis bahwa jika Partai Demokrat tidak segera menandatangani perjanjian pendanaan, ia akan memindahkan agen ICE yang disebutnya "brilian dan patriotik" ke bandara. Beberapa jam kemudian, ia memposting lagi bahwa berencana memindahkan ICE pada hari Senin dan telah memerintahkan mereka untuk bersiap.
Postingan Trump muncul setelah taipan teknologi Elon Musk menawarkan untuk menanggung gaji personel keamanan bandara AS yang bekerja tanpa bayaran. Musk menulis di X bahwa ia ingin membayar gaji personel TSA selama kebuntuan pendanaan ini, yang berdampak negatif pada banyak warga Amerika.
Dampak Kebuntuan Anggaran pada Keamanan Bandara
Kekurangan pendanaan memaksa ribuan staf Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) untuk bekerja tanpa gaji, padahal perjalanan musim semi sedang meningkat. TSA, yang beroperasi di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), memiliki sekitar 65.000 karyawan dengan gaji tahunan diperkirakan antara $2,5 miliar hingga $3 miliar.
Lebih dari 300 karyawan TSA telah mengundurkan diri sejak penutupan pemerintahan dimulai pada 14 Februari, dan ketidakhadiran tanpa pemberitahuan meningkat lebih dari dua kali lipat. Beberapa petugas mengambil pekerjaan sampingan atau mengandalkan sumbangan, sementara bandara besar mengumpulkan kartu hadiah dan makanan untuk staf yang kesulitan.
Pertentangan Politik dan Isu Imigrasi
Demokrat di Kongres menentang pendanaan baru untuk DHS sampai perubahan diterapkan pada cara ICE melakukan razia penegakan imigrasi. Mereka menuntut pengurangan patroli, larangan penggunaan masker wajah, dan persyaratan surat perintah pengadilan sebelum memasuki properti pribadi.
Meskipun ICE merupakan bagian dari DHS, mereka mampu mempertahankan operasi menggunakan dana yang disetujui tahun lalu. Trump sebelumnya memecat kepala keamanan dalam negeri Kristi Noem setelah pembunuhan dua warga AS yang memprotes razia ICE di Minneapolis pada Januari.
Dampak pada Penumpang dan Karyawan
Bandara di beberapa kota telah memperingatkan penumpang untuk tiba beberapa jam lebih awal karena antrean keamanan yang panjang. Johnny Jones, pejabat serikat pekerja AFGE, melaporkan bahwa banyak karyawan TSA memiliki rekening bank nol atau negatif, tanpa dana untuk penitipan anak atau makanan.
Dalam unggahannya, Trump menyindir negara bagian yang dipimpin Demokrat seperti Minnesota, menyatakan bahwa agen ICE akan menangkap imigran ilegal yang telah "menghancurkan" negara bagian tersebut. Ancaman ini menambah ketegangan politik seputar isu imigrasi dan keamanan nasional di AS.



