Tiga Pria Australia Akan Dideportasi dari Indonesia karena Penerbangan Gelap
Tiga Pria Australia Dideportasi karena Penerbangan Gelap

Pria Australia Akan Dideportasi dari Papua

Tiga pria Australia diperkirakan akan dideportasi dari Indonesia bulan ini, setelah melakukan "penerbangan gelap" ke Papua Selatan dan menjalani hukuman di penjara Indonesia. Mereka dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Distrik di Merauke karena masuk Indonesia tanpa visa yang sah.

Terduga buronan Sydney, Zulfukar Aljubouri dan Duong Tan Le, dinyatakan bersalah karena melanggar aturan imigrasi. Pilot asal Queensland, Jay Victor Davis, dinyatakan bersalah karena membantu kedua orang tersebut. Kepolisian Federal Australia menduga dua pria asal Sydney dijemput pada 17 November di landasan udara di Port Stewart, Queensland Utara, oleh sebuah pesawat yang beroperasi dengan transponder dimatikan.

Dalam persidangan, Zulfukar memberikan keterangan bahwa ia dan Duong adalah mitra dalam bisnis tembakau dan melarikan diri karena menerima ancaman dari pesaing. Kasus ini menjadi sorotan terkait keamanan perbatasan Indonesia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kepala Badan Gizi Nasional Dicopot

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya pada Selasa kemarin, yang diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta. Presiden Prabowo mengangkat Nanik S Deyang untuk menggantikan Dadan.

Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan pencopotan Dadan didasarkan pada pertimbangan Prabowo sesuai catatan dan evaluasi selama 1,5 tahun. "Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional," papar Prasetyo.

Puluhan Tewas Akibat Ledakan di Ukraina

Rusia melakukan serangan besar-besaran terhadap beberapa kota di Ukraina, menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai lebih dari 100 orang. Seorang anak berusia tiga tahun dan seorang perempuan bersama putranya yang berusia delapan tahun termasuk di antara 16 orang yang tewas di kota Dnipro, Ukraina tengah, kata para pejabat. Enam orang lainnya tewas di Kyiv.

Serangan terjadi setelah Rusia memperingatkan akan melakukan serangan "sistematis" terhadap Ukraina menyusul serangan pesawat tak berawak yang mematikan di sebuah asrama di wilayah Luhansk yang diduduki Rusia bulan lalu. Ukraina membantah menargetkan asrama tersebut.

Gelombang Panas di India Merenggut Nyawa

Suhu udara melonjak jauh di atas 45 derajat Celcius di beberapa bagian India menyebabkan gelombang panas yang tidak biasa, mengganggu kehidupan sehari-hari dan merenggut nyawa. Pasar kosong di siang hari, petani bekerja di malam hari, dan beberapa sekolah tutup karena cuaca terlalu panas bagi orang-orang untuk beraktivitas normal.

Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah memperingatkan seluruh dunia, termasuk Australia, untuk bersiap menghadapi El Niño moderat hingga kuat tahun ini, yang akan membuat beberapa cuaca dan iklim ekstrem lebih mungkin terjadi. Organisasi Meteorologi Dunia percaya kemungkinan El Niño berkembang pada bulan November "mendekati atau di atas 90 persen" dan diperkirakan akan "setidaknya moderat dan mungkin kuat."

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga