Seorang remaja perempuan asal Inggris mengalami insiden yang tidak mengenakkan selama liburan musim panasnya. Ia terpaksa terdampar di Roma, Italia, selama enam minggu setelah gagal naik pesawat kembali ke Inggris. Remaja tersebut seharusnya kembali ke tanah air untuk memulai tahun ajaran baru sekolah, namun rencananya gagal total akibat aturan baru dari Kementerian Dalam Negeri Inggris (Home Office).
Penyebab Penolakan Naik Pesawat
Menurut laporan, remaja ini berlibur ke rumah neneknya di Roma. Saat tiba di bandara untuk kembali ke Inggris, ia dicekal naik pesawat. Penyebabnya adalah aturan baru yang mewajibkan seluruh warga negara ganda Inggris untuk menunjukkan paspor Inggris ketika hendak memasuki negara tersebut. Remaja ini memiliki kewarganegaraan ganda, namun tidak membawa paspor Inggris karena sebelumnya tidak diwajibkan.
Sebelumnya, anak dari orang tua berkewarganegaraan Inggris yang lahir di luar negeri atau memiliki kewarganegaraan ganda dapat masuk ke Inggris tanpa harus memiliki paspor Inggris terlebih dahulu. Aturan baru ini membuat banyak warga ganda terjebak di luar negeri, termasuk remaja ini.
Dampak Aturan Baru
Remaja tersebut akhirnya terpaksa tinggal di Roma selama enam minggu sambil mengurus dokumen perjalanan yang diperlukan. Ia baru bisa kembali ke Inggris setelah mendapatkan paspor Inggris darurat. Kejadian ini mengganggu rencana sekolahnya dan menimbulkan stres bagi keluarga.
Seorang juru bicara Home Office menyatakan, "Aturan baru ini diterapkan untuk memperkuat keamanan perbatasan dan memastikan setiap warga negara memiliki dokumen perjalanan yang sah. Kami menyarankan semua warga negara ganda untuk memeriksa persyaratan perjalanan sebelum berangkat." Namun, kritik muncul karena aturan ini dianggap tidak dipublikasikan secara memadai, sehingga banyak warga yang tidak mengetahuinya.
Kronologi Kejadian
Remaja yang tidak disebutkan namanya ini tiba di Roma pada awal Juli untuk mengunjungi neneknya. Ketika hendak kembali pada akhir Juli, ia dicekal di bandara karena tidak dapat menunjukkan paspor Inggris. Petugas imigrasi Italia dan Inggris menolak keberangkatannya. Ia kemudian harus menghubungi kedutaan Inggris di Roma untuk mendapatkan paspor sementara.
Proses pembuatan paspor darurat memakan waktu beberapa minggu karena tingginya permintaan. Selama menunggu, remaja tersebut tinggal bersama neneknya dan ketinggalan awal tahun ajaran baru. Ia akhirnya bisa pulang pada pertengahan September.
Reaksi Publik
Kasus ini menjadi viral di media sosial dan menuai kritik terhadap Home Office. Banyak yang menilai aturan baru tidak sosialisasi dengan baik dan merugikan warga negara ganda, terutama anak-anak. Seorang pengguna Twitter menulis, "Ini konyol. Anak-anak tidak seharusnya terjebak di luar negeri hanya karena orang tua mereka tidak tahu aturan baru." Home Office merespons dengan mengatakan akan meninjau kembali prosedur informasi publik.



