Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan kepada Derce Jush (37), seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Flores yang hidup dalam keterbatasan di Malaysia bersama enam anaknya. Namun, hingga saat ini KBRI mengaku belum pernah menerima laporan atau permohonan perlindungan dari Derce sebagaimana yang diberitakan media Malaysia, Harian Metro.
Penelusuran KBRI
Sekretaris I/Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Fatimah Marylin, memastikan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran melalui sistem informasi kekonsuleran. Dari hasil penelusuran tersebut, diketahui bahwa keenam anak Derce belum pernah mengajukan Surat Bukti Pencatatan Kelahiran (SBPK) di KBRI Kuala Lumpur.
Langkah Selanjutnya
KBRI akan terus memantau situasi dan siap memberikan bantuan jika ada permohonan resmi dari Derce. Bantuan yang dapat diberikan meliputi pendampingan hukum, bantuan sosial, dan pengurusan dokumen kependudukan bagi anak-anaknya.
Kisah Derce sebelumnya menjadi perhatian publik setelah diberitakan sebagai ibu tunggal yang berjuang menghidupi enam anaknya di Malaysia dengan berjualan kue. Anak-anaknya tidak bersekolah karena keterbatasan biaya dan dokumen.



