Polisi: Atlet Golf Jesslyn Diduga Dibawa ke Malaysia Usai Penculikan
Atlet Golf Jesslyn Diduga Dibawa ke Malaysia Usai Diculik

Polres Metro Jakarta Pusat mengungkapkan bahwa atlet golf putri Jesslyn Wijaya (J), yang sebelumnya dilaporkan menjadi korban dugaan penculikan di kawasan Mangga Besar, diduga telah dibawa meninggalkan Indonesia. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyatakan bahwa Jesslyn diduga dibawa ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14 Juli 2026, sehari setelah peristiwa penculikan dilaporkan.

Manifes Penumpang Jadi Petunjuk

Informasi ini diperoleh penyidik berdasarkan manifes penumpang yang diterima kepolisian. “Kejadian tersebut tanggal 13, lalu tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur berdasarkan manifes yang kami terima bersama dua orang lainnya yang diketahui memiliki hubungan keluarga dengan J,” kata Roby di Jakarta, Selasa (21/7), dikutip dari Antara.

Meski demikian, Roby menegaskan bahwa penyidik masih terus mendalami apakah peristiwa yang dilaporkan benar merupakan tindak pidana atau tidak. “Kami dari Polres Metro Jakarta Pusat masih melakukan serangkaian kegiatan untuk memastikan apakah peristiwa ini sebuah perbuatan pidana atau tidak,” ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Keterangan Saksi Perkuat Dugaan Penculikan

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, terdapat keterangan yang menguatkan adanya dugaan peristiwa seseorang membawa J secara paksa ke sebuah mobil. “Memang benar ada kejadian sesuai yang dilaporkan, yaitu membawa korban atas nama J oleh empat atau lima orang ke mobil secara paksa,” kata Roby. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.

Namun, upaya pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) belum membuahkan hasil karena tidak ditemukan kamera yang mengarah atau merekam lokasi peristiwa. “Untuk CCTV di lokasi kebetulan tidak ditemukan CCTV yang mengarah ataupun merekam kejadian tersebut. Namun, keterangan saksi-saksi yang ada di lokasi memang menyampaikan ada kejadian tersebut,” ujar Roby.

Pemeriksaan Kerabat dan Ayah Jesslyn

Saat ini, penyidik masih mengagendakan pemeriksaan terhadap dua kerabat yang diduga bepergian bersama J ke luar negeri, termasuk ayah J, guna mengklarifikasi rangkaian peristiwa tersebut. Polisi juga masih mendalami motif di balik kejadian yang dilaporkan. Hingga kini, kata Roby, penyidik belum menemukan adanya indikasi permintaan uang tebusan. “Untuk motif sendiri kami masih belum bisa pastikan. Masih ada beberapa motif yang kami pertimbangkan. Namun sampai saat ini belum ada informasi terkait permintaan uang tebusan,” katanya.

Laporan Dicabut, Penyelidikan Tetap Berjalan

Roby juga mengungkapkan bahwa pelapor berinisial NA, yang merupakan teman J, telah mengajukan pencabutan laporan secara tertulis pada Minggu (19/7). Meskipun demikian, penyelidikan belum dihentikan. “Kami dari Satreskrim dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak masih belum menghentikan penyelidikan sampai dapat memastikan keamanan dan keselamatan korban, serta memastikan bahwa peristiwa ini bukan merupakan perbuatan pidana,” katanya.

Sementara itu, Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rita Oktavia Shinta mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Satreskrim karena korban merupakan seorang perempuan. Ia menambahkan, berdasarkan hasil pendalaman sementara, pihaknya belum menemukan adanya indikasi kekerasan terhadap korban. “Kami dari Satres PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat berkoordinasi dengan Satreskrim untuk mengecek kondisi korban, termasuk kondisi psikologisnya. Yang kami lihat adalah memang dari korban itu tidak ada kekerasan,” ujar Rita.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga