Sebuah kapal yang membawa 37 migran tanpa dokumen yang diduga berasal dari Indonesia tenggelam di perairan Pulau Pangkor, lepas pantai barat Malaysia. Otoritas maritim Malaysia melaporkan bahwa 14 orang masih hilang dalam insiden tersebut.
Kronologi Kejadian
Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) di Perak menyatakan bahwa mereka menerima laporan pada Senin (11/5) pagi dari seorang nelayan setempat yang menemukan para korban selamat terapung di laut. Direktur MMEA Perak, Mohamad Shukri Khotob, dalam pernyataan resmi pada Senin malam mengatakan, "Investigasi awal menemukan bahwa total migran di kapal tersebut adalah 37 orang. Sejauh ini, 23 korban telah diselamatkan, sementara upaya pencarian terus dilakukan untuk menemukan orang-orang lainnya."
Asal dan Tujuan Migran
Investigasi awal juga mengungkap bahwa para migran berangkat dari Kisaran, Indonesia, pada 9 Mei dan menuju beberapa tujuan di Malaysia, termasuk Penang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur. MMEA telah mengerahkan kapal, helikopter, dan pesawat pengintai untuk mencari korban yang masih hilang.
Penanganan Korban Selamat
Para migran yang berhasil diselamatkan telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Malaysia diketahui menjadi rumah bagi jutaan migran dari berbagai kawasan Asia, banyak di antaranya tidak memiliki dokumen resmi, dan bekerja di sektor konstruksi serta pertanian.
Risiko Penyeberangan Ilegal
Penyeberangan ilegal yang difasilitasi oleh sindikat perdagangan manusia sering kali berbahaya dan mengakibatkan kapal terbalik. Dalam salah satu insiden paling mematikan baru-baru ini, sebanyak 36 migran tewas pada November 2025 setelah kapal mereka terbalik di dekat perbatasan Thailand-Malaysia.



