Eksodus Besar-besaran: 70.000 Warga Selandia Baru Tinggalkan Negara dalam Setahun
Eksodus 70.000 Warga Selandia Baru dalam Setahun

Eksodus Besar-besaran: 70.000 Warga Selandia Baru Tinggalkan Negara dalam Setahun

Lebih dari 70.000 warga Selandia Baru telah memutuskan untuk meninggalkan negara mereka hanya dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Meskipun angka ini mungkin tampak kecil jika dilihat sekilas, namun dampaknya sangat signifikan bagi negara dengan populasi sekitar 5,1 juta jiwa tersebut.

Persentase yang Mengkhawatirkan

Jumlah warga yang pergi ini hampir setara dengan 1,4 persen dari total populasi Selandia Baru. Arus keluar warga dalam skala seperti ini tercatat sebagai yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir, sehingga mulai menimbulkan kekhawatiran serius di tingkat nasional.

Tujuan Utama: Australia

Warga Selandia Baru yang memilih untuk pindah ke negara lain umumnya tidak memilih destinasi yang jauh seperti Eropa atau Amerika Serikat. Sebaliknya, mereka lebih memilih untuk menempuh penerbangan yang relatif singkat menuju Australia. Keputusan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Kedekatan geografis dan budaya
  • Peluang ekonomi yang lebih luas
  • Kemudahan dalam proses migrasi antar kedua negara

Fenomena ini mengindikasikan adanya tren perpindahan penduduk yang perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah Selandia Baru, mengingat potensi dampak jangka panjang terhadap demografi dan perekonomian negara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga