Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, dengan tegas menyatakan bahwa pemerintahannya tidak pernah mempertimbangkan untuk menjadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat. Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan atas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengaku serius ingin menganeksasi Venezuela setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Pernyataan Delcy Rodriguez
Dalam konferensi pers di Den Haag, Rodriguez menegaskan, "Kami tidak akan pernah mempertimbangkan hal itu, karena jika ada satu hal yang dimiliki oleh pria dan wanita Venezuela, adalah kecintaan kami terhadap proses kemerdekaan dan para pahlawan kami." Ucapan ini disampaikan saat ia meninggalkan sidang di Mahkamah Internasional, seperti dilaporkan AFP pada Selasa (12/5/2026).
Sejak penangkapan Maduro pada 3 Januari lalu, Trump telah berkali-kali menyebut keinginannya untuk menguasai Venezuela. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengaku "serius" mempertimbangkan menjadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51.
Berita Internasional Lainnya
UEA Diam-diam Serang Iran
Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan telah melancarkan serangan balasan terhadap Iran di tengah konflik AS-Israel dengan Teheran. Menurut Wall Street Journal, target serangan termasuk kilang minyak di Pulau Lavan, Iran.
AS Usulkan Resolusi PBB soal Selat Hormuz
Iran mengecam keras usulan resolusi Dewan Keamanan PBB yang diajukan AS terkait Selat Hormuz. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyebut resolusi itu sebagai upaya memutarbalikkan fakta dan melindungi agresor.
Dokumen Epstein Dipamerkan di New York
Sebanyak 3,5 juta halaman dokumen kasus Jeffrey Epstein dipamerkan di New York oleh Institute of Primary Facts. Pameran ini berlangsung hingga 21 Mei dan diberi nama "The Donald J Trump and Jeffrey Epstein Memorial Reading Room".
Mantan Wali Kota California Mengaku Mata-mata China
Eileen Wang, mantan Wali Kota Arcadia, California, mengaku bersalah sebagai agen asing yang tidak terdaftar untuk China. Ia terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara karena menyebarkan propaganda pro-China.



