Trump Tunda Serangan Udara ke Iran Karena Amunisi Menipis
Trump Tunda Serangan ke Iran, Amunisi Menipis

Latar Belakang Serangan AS ke Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunda serangan udara besar-besaran terhadap Iran pada Minggu, 26 Juli 2026. Penghentian sementara ini terjadi setelah 13 hari berturut-turut pengeboman yang dikenal sebagai Operation Epic Fury. Sebelumnya, Trump dalam wawancara dengan media Axios pada Kamis, 23 Juli, mengancam akan melancarkan serangan yang lebih besar dari operasi sebelumnya. "Saya sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran. Lebih besar dari sebelumnya. Saya hampir mengambil keputusan. Kami sudah siap sepenuhnya untuk itu," kata Trump.

Kekhawatiran Menipisnya Amunisi

Menurut laporan The New York Times dan Axios yang dikutip AFP dan Aljazeera, keputusan Trump diambil setelah pertemuan dengan para penasihat utama dan anggota senior kabinet pada Jumat, 24 Juli. Pejabat pemerintahan Trump yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kekhawatiran utama adalah menipisnya persediaan pencegat rudal Patriot dan amunisi pertahanan udara lainnya di Timur Tengah. "Peningkatan perang dapat secara berbahaya menguras persediaan yang sudah menipis," ujar sumber tersebut.

Laporan dari CNN juga mengonfirmasi bahwa operasi AS terhadap Iran "ditangguhkan" berdasarkan sumber Pentagon. Jeda ini tidak hanya karena masalah amunisi, tetapi juga mencerminkan kesediaan Trump untuk memberikan ruang bagi diplomasi. Axios melaporkan bahwa tingkat serangan saat ini telah mencapai batas efektivitas tanpa kembali ke operasi tempur besar-besaran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Jeda Serangan dan Harapan Diplomasi

Penghentian serangan ini menghidupkan kembali harapan untuk negosiasi antara AS dan Iran, yang sempat gagal akibat pertempuran di Selat Hormuz. Konflik telah meluas melampaui koridor energi vital, mencakup serangan terhadap pangkalan AS, pelayaran regional, dan sekutu Teluk. Namun, Trump mengatakan kepada wartawan pada Jumat, "Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Saya pikir mereka semakin serius."

Dua pejabat AS anonim mengatakan kepada Axios bahwa belum ada perintah militer baru yang diberikan. Jeda ini mungkin hanya sementara, dan militer AS sedang mempersiapkan rencana untuk kemungkinan kembali ke operasi tempur besar-besaran. Trump juga menyebut Israel dapat bergabung "hampir seketika" jika diminta.

Reaksi dan Implikasi

Keputusan Trump untuk menghentikan serangan sementara menuai beragam reaksi. Di satu sisi, ini memberikan kesempatan bagi diplomasi, namun di sisi lain menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan operasi militer AS di Timur Tengah. Dengan menipisnya amunisi Patriot, AS mungkin harus mengevaluasi ulang strateginya di kawasan tersebut. Sementara itu, Iran belum memberikan tanggapan resmi terhadap jeda ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga