Trump Sebut Perubahan Rezim di Iran Sebagai 'Hal Terbaik yang Bisa Terjadi'
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial yang menyoroti ketegangan antara Washington dan Teheran. Pada Jumat (13/2/2026), Trump menyatakan bahwa perubahan rezim di Iran merupakan "hal terbaik yang bisa terjadi", dalam komentar terbarunya yang mengkritik kepemimpinan ulama di negara tersebut.
Kritik terhadap Kepemimpinan Ulama Iran
Dalam pernyataannya, Trump menyinggung kepemimpinan ulama di Iran yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979. Ia menyatakan, "Selama 47 tahun, mereka terus berbicara dan berbicara. Sementara itu, kita telah kehilangan banyak nyawa," seperti dikutip dari BBC pada Sabtu (14/2/2026). Pernyataan ini mencerminkan ketidakpuasan AS terhadap pemerintahan Iran yang telah berlangsung selama hampir lima dekade.
Ketidakjelasan Sosok Pengganti
Meskipun mendorong perubahan rezim, Trump tidak menyebutkan secara spesifik sosok yang ia dukung untuk memimpin Iran apabila terjadi perubahan kekuasaan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang strategi dan tujuan AS dalam hubungannya dengan Iran, terutama dalam konteks negosiasi yang sedang berlangsung antara kedua negara.
Implikasi terhadap Ketegangan AS-Iran
Pernyataan Trump ini diperkirakan akan memperburuk ketegangan yang sudah ada antara AS dan Iran. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan meliputi:
- Eskalasi konflik diplomatik antara Washington dan Teheran.
- Dampak pada negosiasi yang sedang dilakukan untuk meredakan ketegangan.
- Reaksi internasional terhadap pernyataan yang dianggap provokatif ini.
Dengan pernyataan ini, Trump kembali menegaskan posisi kerasnya terhadap Iran, yang dapat mempengaruhi dinamika politik di kawasan Timur Tengah dan hubungan bilateral antara kedua negara dalam waktu dekat.