Trump Klaim Pengaruh Iran di Timur Tengah Mulai Menyusut Drastis
Trump: Pengaruh Iran di Timur Tengah Mulai Menyusut

Trump Sebut Iran Bukan Lagi 'Bully' di Timur Tengah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengecam perilaku regional Iran yang telah berlangsung lama di kawasan Timur Tengah. Dalam sebuah forum bisnis internasional, Trump menyatakan bahwa pengaruh Teheran di wilayah tersebut kini semakin berkurang di bawah operasi militer yang dilancarkan oleh Washington.

Operasi Militer AS dan Serangan Balasan Iran

Amerika Serikat, bersama dengan sekutu utamanya Israel, telah melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran sejak akhir Februari 2026. Serangan ini memicu gelombang balasan dari Teheran berupa rudal dan drone yang menyasar target-target di Israel serta negara-negara Teluk yang diketahui menampung aset militer AS.

"Selama 47 tahun, Iran dikenal sebagai bully di Timur Tengah, tetapi mereka bukan lagi bully. Mereka sedang dalam pelarian," tegas Trump saat berbicara dalam forum Future Investment Initiative (FII), sebuah konferensi bisnis Arab Saudi yang digelar di Miami, Florida.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Klaim Pelemahan Kapabilitas Iran

Mantan presiden AS itu berargumen bahwa "agresi teror" dan "pemerasan nuklir" Iran telah mendefinisikan sikap negara tersebut selama beberapa dekade. Dia secara khusus memuji operasi militer AS yang diberi nama Operation Epic Fury, yang disebutnya telah berhasil melemahkan kemampuan militer dan politik Teheran secara signifikan.

"Seperti yang Anda ketahui, kita berkumpul pada saat tindakan berani dan keputusan bersejarah untuk membuat Amerika dan sekutu-sekutu kita lebih aman dan lebih kuat, lebih makmur, lebih sukses dari sebelumnya. Itulah yang sedang terjadi," ucap Trump dalam konferensi tersebut.

Visi Timur Tengah Bebas dari Ancaman

Trump lebih lanjut mengungkapkan optimisme mengenai masa depan kawasan Timur Tengah. "Malam ini, kita lebih dekat dari sebelumnya pada kebangkitan Timur Tengah yang akhirnya terbebas dari agresi teror dan pemerasan nuklir Iran," deklarasinya penuh keyakinan.

Dia juga menyebutkan bahwa Iran saat ini sedang bernegosiasi dan bahkan "memohon" untuk mencapai suatu kesepakatan dengan pihak internasional. Pernyataan kontroversialnya mengklaim tentang kondisi kepemimpinan Iran:

  • Para pemimpin mereka telah meninggal dunia.
  • Pemimpin tertinggi mereka tidak lagi berkuasa.
  • Putra pemimpin tersebut mungkin telah meninggal atau dalam kondisi kesehatan yang sangat buruk.

Ancaman Target Militer yang Tersisa

Dengan nada menantang, Trump mengungkapkan bahwa AS masih memiliki sekitar 3.554 target tersisa di Iran. Dia bersumpah bahwa target-target tersebut akan "diselesaikan dengan cukup cepat" dalam operasi militer berkelanjutan.

Mengakhiri pidatonya, Trump menyampaikan klaim optimistik tentang transformasi kawasan. "Timur Tengah akan bertransformasi dan masa depan kawasan tersebut belum pernah terlihat lebih cerah," pungkasnya, menegaskan keyakinannya atas berkurangnya dominasi Iran di panggung regional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga