Trump Tegaskan Penghentian Operasi Militer AS di Iran dalam Hitungan Minggu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan AS akan segera mengakhiri operasi militer di Iran. Pernyataan ini disampaikannya di Gedung Putih pada Rabu, 1 April 2026, sebagai respons atas pertanyaan mengenai dampak perang terhadap harga bahan bakar yang melonjak sejak konflik dimulai pada 28 Februari.
Jangka Waktu Dua hingga Tiga Minggu
Trump dengan tegas menyatakan bahwa penghentian operasi akan terjadi dalam waktu dekat. "Yang harus saya lakukan hanyalah meninggalkan Iran, dan kita akan segera melakukannya," ujarnya. Ia menambahkan, "Kita sedang menyelesaikan pekerjaan ini, dan saya pikir mungkin dalam dua minggu, mungkin beberapa hari lebih lama, untuk menyelesaikan pekerjaan ini." Pernyataan ini mengindikasikan bahwa penarikan pasukan bisa terjadi dalam rentang dua hingga tiga minggu ke depan.
Tidak Bergantung pada Kesepakatan dengan Iran
Secara mengejutkan, Trump menegaskan bahwa penghentian serangan AS tidak memerlukan kesepakatan apa pun dengan pemerintah Iran. "Mereka tidak perlu membuat kesepakatan dengan saya," katanya kepada wartawan di Ruang Oval. Ia menjelaskan, "Ketika kita merasa bahwa mereka, untuk jangka waktu yang lama, akan terpuruk di zaman batu dan tidak akan mampu menciptakan senjata nuklir, maka kita akan pergi." Trump menekankan, "Apakah kita memiliki kesepakatan atau tidak, itu tidak relevan."
Seruan kepada Sekutu untuk Ambil Minyak Sendiri di Selat Hormuz
Trump juga mengulangi seruannya agar negara-negara sekutu mengambil inisiatif sendiri dalam mengamankan pasokan minyak di Selat Hormuz. Ini disampaikannya setelah banyak sekutu menolak permintaan bantuan militer dari AS untuk membebaskan lalu lintas kapal tanker di perairan yang ditutup oleh Iran. "Jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan pergi melalui Selat Hormuz, mereka akan langsung pergi ke sana, dan mereka akan mampu mengurus diri sendiri," tegas Trump. Ia menambahkan, "Apa yang terjadi dengan selat itu, kita tidak akan ikut campur."
Pernyataan Terpisah melalui Media Sosial
Secara terpisah, dalam unggahan di platform Truth Social pada Selasa pagi waktu setempat, Trump kembali menyerukan negara-negara yang mengalami kekurangan bahan bakar untuk bertindak mandiri. "AS tidak akan ada di sana untuk membantu Anda lagi, sama seperti Anda tidak ada di sana untuk kami. Iran pada dasarnya telah hancur. Bagian tersulit sudah selesai. Pergi dan ambil minyak Anda sendiri," tulisnya. Pernyataan ini semakin mempertegas posisi AS yang ingin mengurangi keterlibatan langsung di kawasan tersebut.
Dengan pengumuman ini, Trump tampaknya berusaha mengalihkan tanggung jawab keamanan energi kepada sekutu-sekutu AS, sambil menegaskan bahwa operasi militer di Iran akan segera berakhir tanpa perlu negosiasi lebih lanjut dengan Teheran. Situasi ini berpotensi memicu ketegangan baru di antara negara-negara yang bergantung pada minyak dari Timur Tengah.



