Trump Murka di Medsos Usai Diteriaki Legislator Muslim Soal ICE Saat Pidato
Trump Murka di Medsos Usai Diteriaki Legislator Muslim

Trump Meledak di Media Sosial Usai Diteriaki Anggota DPR Muslim Soal ICE

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan reaksi keras di platform media sosial miliknya setelah dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari kalangan muslim meneriakinya selama pidato kenegaraan di Kongres. Insiden yang terjadi pada Selasa malam waktu setempat itu memicu kemarahan Trump yang langsung menuangkan amarahnya di akun Truth Social.

Dua Legislator Demokrat Pemicu Kemarahan Trump

Dua anggota DPR yang menjadi sumber kontroversi ini adalah Ilhan Omar dan Rashida Tlaib, keduanya berasal dari Partai Demokrat. Selama Trump menyampaikan pidato kenegaraannya di hadapan parlemen, kedua politisi perempuan ini meneriakkan kecaman terkait operasi petugas imigrasi dan penegakan hukum bea cukai (ICE).

"Anda telah membunuh warga Amerika!" teriak Ilhan Omar dengan lantang di tengah pidato Trump, seperti dilaporkan berbagai media nasional. Rashida Tlaib juga bergabung dalam protes vokal ini, mengecam kebijakan imigrasi pemerintahan Trump yang mereka anggap bertanggung jawab atas kematian warga AS di tangan petugas ICE.

Unggahan Penuh Amarah di Truth Social

Tak lama setelah insiden tersebut, Trump langsung merespons melalui platform media sosial Truth Social miliknya. Dalam serangkaian unggahan yang penuh emosi, mantan presiden AS itu menyebut Omar dan Tlaib sebagai "politikus curang dan korup" yang memiliki "IQ rendah".

"Ketika orang dapat berperilaku seperti itu, dan mengetahui bahwa mereka adalah Politisi yang Curang dan Korup, sangat buruk bagi Negara kita, kita harus mengirim mereka kembali ke tempat asal mereka - secepat mungkin," tulis Trump dengan nada menggelegar. "Mereka hanya bisa merusak Amerika Serikat, mereka tidak dapat melakukan apa pun untuk membantunya," tambahnya dalam kritik pedas yang dikutip dari laporan NBC News.

Trump bahkan menggunakan bahasa yang lebih keras dengan menyebut kedua anggota DPR tersebut memiliki "mata melotot dan merah seperti orang gila, sakit jiwa dan tidak waras" selama mereka berteriak di tengah pidatonya. Presiden ke-45 AS itu juga menyarankan agar mereka "dirawat di rumah sakit jiwa".

Profil Dua Legislator yang Dikritik Trump

Ilhan Omar merupakan perempuan muslim kelahiran Somalia yang telah menjadi warga negara Amerika Serikat secara sah selama hampir tiga dekade. Sementara Rashida Tlaib adalah warga Palestina-Amerika yang lahir di Detroit, Michigan. Keduanya telah lama menjadi pengkritik vokal terhadap kebijakan imigrasi pemerintahan Trump.

Fakta penting yang perlu dicatat adalah bahwa baik Omar maupun Tlaib sebenarnya tidak memenuhi syarat untuk dideportasi dari Amerika Serikat, mengingat status kewarganegaraan mereka yang sah. Namun, pernyataan Trump tentang "mengirim mereka kembali ke tempat asal" tetap menuai kontroversi dan dikritik banyak kalangan.

Robert De Niro Jadi Sasaran Kritik Tambahan

Kemarahan Trump tidak berhenti pada dua anggota DPR muslim tersebut. Presiden AS itu juga menyasar aktor pemenang Academy Award, Robert De Niro, dalam unggahan media sosialnya. Kritik ini muncul setelah De Niro berbicara secara kritis tentang Trump dan pemerintahannya dalam acara "State of the Swamp" yang diselenggarakan Partai Demokrat di Washington pada Selasa malam.

Dalam postingannya, Trump menyamakan Omar dan Tlaib dengan De Niro yang dia sebut sebagai "orang gila, sakit jiwa dan pikun". "Mereka seharusnya naik perahu bersama Robert De Niro yang gila, orang sakit jiwa dan pikun lainnya yang saya yakin, memiliki IQ sangat rendah, yang sama sekali tidak tahu apa yang dia lakukan atau katakan - beberapa di antaranya sangat KRIMINAL!" tulis Trump dengan nada semakin meninggi.

Insiden ini terjadi dalam konteks politik Amerika Serikat yang semakin memanas menjelang pemilihan umum berikutnya. Respons Trump yang langsung melalui media sosial menunjukkan bagaimana platform digital telah menjadi arena baru untuk konflik politik tingkat tinggi di negara adidaya tersebut.