Trump Frustrasi dengan Sikap Iran di Perundingan, Keputusan Serangan Belum Jatuh
Trump Frustrasi dengan Iran, Keputusan Serangan Belum Jatuh

Trump Ungkapkan Kekecewaan terhadap Sikap Iran dalam Perundingan Nuklir

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap posisi yang diambil oleh Iran dalam putaran terbaru perundingan bilateral yang digelar di Jenewa, Swiss. Meskipun demikian, pemimpin AS tersebut menegaskan bahwa dirinya belum memutuskan untuk melancarkan serangan militer terhadap Teheran, seperti yang kerap diancamkan sebelumnya.

Perundingan di Jenewa dan Pernyataan Publik Trump

Putaran perundingan antara Amerika Serikat dan Iran baru saja diselenggarakan pada Kamis, 26 Februari 2026, waktu setempat di Jenewa. Sehari setelah pertemuan tersebut, Presiden Trump memberikan pernyataan kepada para wartawan di Washington DC. Dia menyatakan bahwa pihak Iran "tidak bersedia memberikan kepada kita, apa yang seharusnya kita dapatkan" dalam proses negosiasi.

"Kita belum membuat keputusan akhir," ucap Trump ketika ditanya mengenai kemungkinan penggunaan kekuatan militer. Dia menambahkan, "Kita tidak sepenuhnya senang dengan cara mereka bernegosiasi. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan kita tidak senang dengan cara mereka bernegosiasi."

Penekanan pada Larangan Pengayaan Uranium

Trump secara tegas menyampaikan bahwa Amerika Serikat tidak menginginkan Iran melakukan pengayaan uranium sama sekali, bahkan untuk tujuan sipil sekalipun. "Saya mengatakan tidak ada pengayaan. Bukan 20 persen, 30 persen, mereka selalu menginginkan 20 persen, 30 persen, mereka menginginkannya untuk tujuan sipil, Anda tahu, untuk tujuan sipil. Saya pikir itu tidak beradab," tegasnya.

Pernyataan ini disampaikan meskipun Iran telah berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak sedang mengupayakan pengembangan senjata nuklir. Bahkan, laporan intelijen AS sendiri belum menemukan bukti konkret bahwa Teheran telah mengambil keputusan untuk memproduksi senjata pemusnah massal tersebut.

Kekhawatiran atas Risiko Perang Besar di Timur Tengah

Ketika ditanya lebih lanjut oleh para jurnalis mengenai apakah serangan militer AS berpotensi memicu konflik berskala besar di kawasan Timur Tengah, Trump menjawab dengan sikap yang berhati-hati. "Saya kira Anda selalu bisa mengatakan selalu ada risiko," ujarnya. Dia melanjutkan, "Anda tahu, ketika ada perang, ada risiko dalam segala hal, baik maupun buruk."

Pertanyaan mengenai apakah serangan tersebut dapat menjatuhkan rezim yang berkuasa di Iran pun dijawab dengan nada yang tidak pasti oleh Trump. "Tidak ada yang tahu. Mungkin akan terjadi dan mungkin tidak akan terjadi," katanya, merujuk pada kemungkinan terjadinya perubahan rezim di Teheran.

Skeptisisme AS dan Israel terhadap Pernyataan Iran

Meski Iran konsisten menyangkal upaya pengembangan senjata nuklir, Amerika Serikat dan sekutunya, Israel, tetap menyimpan sikap skeptis. Israel sendiri diketahui telah melakukan serangan bombardir terhadap Iran pada Juni tahun sebelumnya, yang semakin memperuncing ketegangan di kawasan tersebut.

Dinamika perundingan ini terjadi dalam konteks ketegangan yang telah berlangsung lama antara Washington dan Teheran, terutama menyangkut program nuklir Iran dan pengaruhnya terhadap stabilitas keamanan regional.