Pemerintah Iran angkat bicara mengenai simpang siur informasi terkait kondisi kesehatan pemimpin tertinggi mereka, Mojtaba Khamenei. Melalui pernyataan resmi, Iran menegaskan bahwa Mojtaba dalam keadaan prima dan aktif menjalankan tugasnya.
Laporan AS tentang Kondisi Mojtaba
Sebelumnya, laporan intelijen Amerika Serikat menyebutkan bahwa Mojtaba Khamenei yang menjabat sejak 8 Maret lalu masih hidup dan aktif dalam merumuskan strategi perang. Laporan itu juga mengungkapkan bahwa ia menjalani perawatan medis untuk luka bakar serius akibat serangan udara AS-Israel yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Meski demikian, Mojtaba disebut tetap berkontribusi dalam negosiasi dengan AS untuk mengakhiri perang.
Proses Komunikasi Terbatas
Menurut laporan yang sama, Mojtaba tidak menggunakan perangkat elektronik dan hanya berkomunikasi dengan sejumlah kecil orang melalui akses langsung terbatas atau perantara. Sumber lain menyebutkan ia relatif terpisah dari proses pengambilan keputusan dan hanya dapat dihubungi secara berkala. Hal ini menyebabkan komandan senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengelola operasi sehari-hari bersama ketua parlemen, Mohammad Baghir Ghalibaf.
Pernyataan Pejabat Iran
Kepala protokol untuk kantor pemimpin tertinggi Iran, Mozaher Hosseini, pada Jumat (8/5) membantah rumor tersebut. Ia menegaskan bahwa Mojtaba dalam kondisi kesehatan prima. Hosseini menyebut Mojtaba hanya mengalami cedera ringan di kaki dan punggung bagian bawah, serta serpihan kecil peluru di belakang telinga. "Musuh menyebarkan rumor dan klaim palsu. Mereka ingin bertemu dengannya, tetapi orang-orang harus bersabar. Dia akan berbicara kepada Anda ketika waktunya tepat," ujarnya di Teheran.
Peran Pemimpin Tertinggi
Direktur Proyek Iran di International Crisis Group, Ali Vaez, menjelaskan bahwa peran pemimpin baru Iran terutama menyetujui dan mengonfirmasi keputusan besar final, bukan mengelola detail negosiasi. Prosedur ini berfungsi sebagai perlindungan bagi negosiator Iran terhadap kritik internal.
Dengan demikian, pemerintah Iran berupaya meredakan spekulasi dan menegaskan bahwa Mojtaba Khamenei tetap memimpin negara meskipun ada keterbatasan komunikasi.



