Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melakukan manuver politik dengan menggadang-gadang Presiden FIFA Gianni Infantino sebagai calon Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya. Langkah ini terungkap di tengah hubungan keduanya yang semakin erat, terutama setelah FIFA menunda sanksi terhadap pemain sepak bola Amerika Serikat, Folarin Balogun, dalam ajang Piala Dunia 2026.
Kartu Merah Balogun dan Campur Tangan Trump
Kisah ini bermula saat Folarin Balogun menerima kartu merah dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat melawan Bosnia. Dalam laga yang dimenangkan AS dengan skor 2-0 itu, Balogun secara tidak sengaja menginjak bek Bosnia, Tarik Muharemovic. Berdasarkan aturan FIFA, kartu merah langsung otomatis memicu larangan satu pertandingan yang tidak bisa diajukan banding.
Menurut laporan New York Times yang mengutip tiga sumber anonim, Trump tidak terima dengan keputusan tersebut. Ia langsung menghubungi Infantino dan meminta agar kartu merah itu ditinjau ulang. Hasilnya, pada hari Minggu, FIFA mengambil keputusan tidak biasa dengan menangguhkan larangan tersebut selama satu tahun, sehingga Balogun bisa bermain di babak 16 besar melawan Belgia. Asosiasi sepak bola Belgia menyatakan "terkejut" dengan keputusan FIFA. Trump pun menyambut gembira, menulis di platform Truth Social: "Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar, dan membalikkan ketidakadilan besar!"
Alasan Trump Mendukung Infantino
Kini, Trump disebut ingin mencalonkan Infantino sebagai Sekjen PBB. Informasi ini diungkapkan oleh media AS New York Post dengan mengutip seorang sumber yang dekat dengan Presiden AS. Menurut sumber tersebut, Trump meyakini Infantino "dihormati oleh semua orang di seluruh dunia" dan mengakui bahwa ia "memiliki kemampuan istimewa untuk menyatukan orang-orang."
Infantino, yang berusia 56 tahun dan menjabat Presiden FIFA sejak 2016, telah menjalin hubungan erat dengan Trump selama pergelaran Piala Dunia 2026. Ia bahkan memberikan FIFA Peace Prize—penghargaan perdamaian pertama dari FIFA—kepada Trump pada Desember tahun lalu. Belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih terkait laporan tersebut.
Proses Pemilihan Sekjen PBB
Informasi ini mencuat di saat Sekjen PBB saat ini, Antonio Guterres, akan mengakhiri masa jabatannya pada Desember 2026 setelah menjabat dua periode. Penggantinya akan menjabat selama lima tahun, mulai 1 Januari 2027. Berdasarkan Pasal 97 Piagam PBB, Sekretaris Jenderal diangkat oleh Majelis Umum atas rekomendasi Dewan Keamanan.
Untuk bisa menduduki posisi tersebut, Infantino harus mendapatkan dukungan dari Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara, di mana salah satu dari lima anggota tetap (AS, Rusia, China, Prancis, dan Inggris) dapat menggunakan hak veto. Setelah itu, ia harus disetujui oleh Majelis Umum PBB.
Sikap Trump terhadap PBB
Trump telah berulang kali mengkritik PBB yang dianggapnya gagal memainkan peran aktif dalam menyelesaikan konflik global. Tahun lalu, ia membentuk Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dipimpin AS, memicu spekulasi bahwa ia tengah menciptakan alternatif bagi PBB. Namun, Trump membantah spekulasi tersebut.
Sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu, Trump telah memangkas drastis pendanaan AS untuk PBB dan menarik Washington dari sejumlah organisasi afiliasi PBB, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Langkah pencalonan Infantino ini dinilai sebagai bagian dari upaya Trump untuk mendorong reformasi di tubuh PBB.



