Trump Batalkan Tarif Selat Hormuz, AS-Iran Kian Memanas
Trump Batalkan Tarif Selat Hormuz, AS-Iran Kian Memanas

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa tidak ada negara yang berhak memungut biaya atau tarif di Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi urat nadi pasokan minyak dan gas global. Pernyataan ini muncul setelah ia membatalkan rencana pemberlakuan tarif sebesar 20 persen untuk setiap muatan kargo yang melintasi selat tersebut.

Latar Belakang Pembatalan Tarif

Trump sebelumnya mengancam akan mengenakan tarif 20 persen sebagai respons terhadap rentetan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz yang ditudingkan kepada Iran. Namun, dalam pernyataan terbarunya, ia membatalkan kebijakan tersebut dan menegaskan prinsip kebebasan navigasi. "Tidak ada negara yang bisa memungut biaya di Selat Hormuz," kata Trump, seperti dilansir detikNews pada Rabu (15/7/2026).

Pujian Trump untuk PM Irak

Dalam perkembangan lain, Trump memuji Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi sebagai "muda dan tampan" dalam pertemuan di Gedung Putih pada Selasa (14/7). Trump menyatakan AS akan mengejar perjanjian energi dan perdagangan besar dengan Irak, termasuk impor minyak. "Irak memiliki potensi luar biasa karena minyak mereka... kita akan melakukan banyak kesepakatan, menciptakan lapangan kerja untuk kedua negara, dan mengekstraksi banyak minyak," ujarnya. Ia menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika kini mendominasi ekstraksi minyak di Irak.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Serangan AS Tewaskan Puluhan Warga Iran

Ketegangan meningkat setelah serangan rudal AS menghantam barak militer di kota Bampur, dekat Iranshahr, tenggara Iran, pada Rabu dini hari. Menurut pernyataan Angkatan Darat Iran yang dilaporkan IRNA, 13 rudal menghantam barak tersebut, menargetkan fasilitas akomodasi, wisma tamu, dan pos penjagaan. Tujuh tentara Iran tewas dalam serangan itu. Secara terpisah, juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani menulis di media sosial X bahwa lebih dari 30 warga sipil tewas dalam rentetan serangan AS di wilayah selatan Iran dalam beberapa hari terakhir.

Iran Balas dengan Serangan Drone ke Yordania

Militer Iran mengklaim telah melancarkan gelombang ketujuh serangan drone terhadap pangkalan militer AS di Yordania. Serangan itu menargetkan pangkalan jet tempur F-18, bangunan akomodasi, dan hanggar peralatan besar di Pangkalan Udara Azraq. Tidak ada laporan mengenai korban atau kerusakan. Operasi ini disebut sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan terhadap fasilitas militer AS di kawasan tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency.

Ancaman Netanyahu ke Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa serangan balasan terhadap Iran akan "jauh lebih dahsyat" jika Israel diserang. Dalam konferensi di Dimona, lokasi fasilitas penelitian nuklir yang diyakini menyimpan persenjataan nuklir Israel, Netanyahu berkata, "Jangan mengharapkan keadaan tetap tenang, jika kalian menyerang kami." Ia berjanji akan memberikan "pukulan telak" terhadap Teheran.

Dampak dan Implikasi

Pembatalan tarif Selat Hormuz oleh Trump meredakan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global, namun ketegangan militer antara AS dan Iran justru meningkat. Serangan rudal AS di Iran dan serangan drone Iran di Yordania menunjukkan eskalasi konflik yang berpotensi meluas ke negara-negara tetangga. Sementara itu, ancaman Netanyahu menambah dimensi baru dalam konflik regional yang melibatkan Israel.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga