Trump Ancam Hancurkan Iran dalam Semalam, Ultimatum Berakhir Malam Ini
Trump Ancam Hancurkan Iran dalam Semalam, Ultimatum Malam Ini

Trump Beri Ultimatum Terakhir: Iran Bisa Hancurkan dalam Semalam

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik didih baru. Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap pemerintah Iran, dengan pernyataan yang mengguncang dunia internasional.

Ancaman Penghancuran dalam Semalam

Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Selasa (7/4/2026), Trump menyampaikan pesan yang tidak ambigu kepada Teheran. "Seluruh negara itu dapat dihancurkan dalam semalam, dan malam itu mungkin besok malam," tegas Trump seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Pernyataan ini muncul sebagai bagian dari ultimatum yang diberikan Washington kepada Iran. Trump menetapkan tenggat waktu hingga Selasa malam bagi Iran untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tuntutan Utama Amerika Serikat

Pemerintahan Trump menuntut dua hal utama dari Iran:

  1. Menghentikan seluruh program pengembangan senjata nuklir secara permanen
  2. Membuka kembali jalur transit minyak di Selat Hormuz yang telah ditutup

"Saya harap saya tidak perlu melakukannya," tambah Trump mengenai kemungkinan serangan militer, namun nada ancamannya tetap keras dan jelas.

Kritik dan Bantahan Trump

Ancaman Trump terhadap infrastruktur sipil Iran, termasuk pembangkit listrik, telah memicu kritik dari berbagai pihak. Para pengamat hukum internasional menyatakan bahwa menyerang fasilitas sipil seperti pembangkit listrik dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Namun, Trump membantah keras tuduhan ini. "Saya tidak khawatir tentang itu. Tahukah Anda apa itu kejahatan perang? Memiliki senjata nuklir," bantahnya pada hari Senin (6/4) waktu setempat.

Eskalasi Militer yang Terus Meningkat

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengonfirmasi bahwa eskalasi militer terus berlanjut. Volume serangan terbesar sejak hari pertama operasi militer terhadap Iran terjadi pada hari Senin, dengan peringatan bahwa intensitas serangan akan meningkat pada hari Selasa.

Situasi ini menciptakan ketegangan global yang signifikan, dengan masyarakat internasional mengamati dengan cermat perkembangan dalam beberapa jam ke depan. Ultimatum Trump memberikan waktu sangat terbatas bagi Iran untuk merespons sebelum kemungkinan serangan skala besar dilancarkan.

Krisis ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang intensif dari berbagai negara untuk mencegah konflik terbuka antara dua negara yang memiliki pengaruh signifikan di kawasan Timur Tengah dan dunia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga