Taiwan Protes Kantor di Port Moresby Ditutup, China Dukung PNG
Taiwan Protes Penutupan Kantor di PNG, China Dukung

Taiwan menyatakan penolakan keras atas keputusan Papua Nugini (PNG) untuk menutup kantor perwakilan ekonomi Taipei di Port Moresby. Sementara itu, China menyambut baik langkah PNG dan menegaskan dukungan terhadap kebijakan Satu China.

Kementerian Luar Negeri Taiwan dalam pernyataan resminya, Kamis (16/7/2026), menyampaikan protes keras terhadap keputusan sepihak PNG yang diambil tanpa konsultasi terlebih dahulu. Meski demikian, Taiwan menegaskan bahwa kantor perwakilannya akan terus beroperasi seperti biasa untuk melindungi kepentingan nasional dan memberikan layanan kepada warga Taiwan di PNG.

Latar Belakang Penutupan Kantor Taipei di Port Moresby

Seperti banyak negara lain, PNG memiliki hubungan diplomatik resmi dengan China, namun selama ini mengizinkan Taiwan memiliki kantor perwakilan di ibu kota Port Moresby. Menteri Luar Negeri PNG Justin Tkatchenko mengumumkan melalui Facebook pernyataan resmi yang menyatakan "penghentian operasi segera" dan "penutupan resmi" Kantor Ekonomi Taipei, tertanggal 15 Juli 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keputusan ini merupakan komitmen teguh pemerintah PNG untuk menghormati, menghargai, dan menjunjung tinggi kebijakan Satu China yang menjadi landasan hubungan luar negeri PNG. Tkatchenko juga mengonfirmasi kepada AFP bahwa Taipei telah diberitahu tentang rencana penutupan "beberapa minggu yang lalu".

Dampak Penutupan terhadap Hubungan Komersial

Menanggapi kekhawatiran dampak ekonomi, Tkatchenko menegaskan bahwa penutupan kantor perwakilan tidak akan memengaruhi kontrak komersial antara CPC Corporation Taiwan dan eksportir gas alam cair PNG, PNG LNG. "Kantor itu tidak memengaruhi bisnis dan kontrak mereka. Kantor itu tidak melakukan apa pun," ujar Tkatchenko.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan "sangat menghargai" keputusan PNG. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers rutin mengatakan, "China siap untuk terus mendukung Papua Nugini secara tegas dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan inti masing-masing negara dan untuk bekerja sama dalam memajukan kemitraan strategis komprehensif antara kedua negara."

Respons Taiwan dan Langkah Selanjutnya

Kementerian Luar Negeri Taiwan mengungkapkan telah menghubungi "negara-negara yang sepaham untuk meminta perhatian dan dukungan dari komunitas internasional" serta sedang mempertimbangkan "langkah-langkah respons yang tepat". Taiwan menegaskan bahwa kantor perwakilannya di PNG akan tetap beroperasi sesuai peraturan yang relevan untuk melindungi kepentingan nasional dan menyediakan layanan kepada warga negara Taiwan.

Penutupan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan China terhadap negara-negara yang memiliki hubungan tidak resmi dengan Taiwan. China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menentang partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional serta pertukaran resmi dengan negara lain.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga