Serangan Rudal Rusia Guncang Kyiv, Berita Internasional Lainnya Mengisi Hari Ini
Serangan Rudal Rusia Guncang Kyiv, Berita Internasional Lainnya

Serangan Rudal Rusia Guncang Kyiv, Berita Internasional Lainnya Mengisi Hari Ini

Ibu kota Ukraina, Kyiv, diguncang oleh serangan rudal besar-besaran dari Rusia pada Kamis (12/2/2026) pagi waktu setempat. Berbagai bangunan, baik perumahan maupun non-perumahan, dilaporkan terkena dampak serangan ini di kedua sisi Sungai Dnipro yang membelah kota.

"Serangan besar-besaran terhadap ibu kota masih berlangsung," ungkap Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melalui pesan di Telegram, seperti dilansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya. Pernyataan ini menegaskan intensitas serangan yang terjadi di tengah konflik berkepanjangan antara kedua negara.

Israel Resmi Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Di sisi lain, Israel secara resmi telah bergabung dengan "Board of Peace" atau Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan hal ini pada Rabu (11/2) waktu setempat selama kunjungannya ke Washington, di mana ia bertemu dengan Trump dan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.

Dokumen dengan tanda tangan Netanyahu tentang keanggotaan Israel dalam dewan tersebut telah dirilis ke publik. Netanyahu menyatakan bahwa ia "menandatangani masuknya Israel sebagai anggota 'Dewan Perdamaian'." Dewan ini diberi wewenang oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB untuk membentuk pasukan stabilisasi internasional di Gaza, menyusul gencatan senjata yang dimulai pada Oktober lalu.

Penembakan di Kampus Rusia Tewaskan Satu Orang

Insiden kekerasan juga terjadi di Rusia, di mana seorang mahasiswa melakukan aksi penembakan di sebuah perguruan tinggi teknik di kota Anapa, dekat Laut Hitam. Aksi ini menewaskan seorang petugas keamanan dan melukai tiga orang lainnya.

Kepolisian Rusia melaporkan bahwa pelaku telah berhasil ditahan. Meskipun penembakan di sekolah dan universitas dulunya jarang terjadi di Rusia, belakangan insiden serupa semakin sering terjadi, menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dalam beberapa bulan terakhir.

Putin Tidak Akan Hadiri Pertemuan Pertama Dewan Perdamaian

Pemerintah Rusia mengonfirmasi bahwa para pejabatnya, termasuk Presiden Vladimir Putin, tidak berencana menghadiri pertemuan pertama Dewan Perdamaian yang dijadwalkan pada 19 Februari di Washington, AS. Juru bicara presiden, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa "tidak ada seorang pun dari Kremlin yang merencanakan apa pun" terkait kehadiran tersebut.

Pertemuan ini diharapkan berfungsi sebagai konferensi penggalangan dana untuk pembangunan kembali Jalur Gaza di bawah inisiatif Trump. Proposal untuk pertemuan tersebut saat ini masih dalam tinjauan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Kericuhan di Parlemen Turki Usai Pengangkatan Menteri Baru

Di Turki, kericuhan pecah di parlemen setelah anggota parlemen dari partai berkuasa dan oposisi berseteru mengenai pengangkatan Menteri Kehakiman yang baru. Anggota parlemen oposisi mencoba menghalangi Jaksa Agung Istanbul Akin Gurlek untuk mengucapkan sumpah jabatan, yang diangkat oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Emosi memuncak hingga menyebabkan perkelahian fisik, dengan beberapa anggota parlemen terlihat saling mendorong dan melayangkan tinju. Gurlek sebelumnya memimpin persidangan terhadap anggota partai oposisi utama, CHP, yang dikecam sebagai bermotivasi politik.

Berita-berita internasional ini menunjukkan dinamika global yang terus berkembang, dari konflik bersenjata hingga ketegangan politik di berbagai belahan dunia. Masyarakat internasional tetap waspada terhadap dampak dari peristiwa-peristiwa tersebut terhadap stabilitas dan perdamaian global.