UPN Veteran Yogyakarta Buka 5.915 Kursi untuk Mahasiswa Baru 2026/2027
UPN Veteran Yogyakarta Buka 5.915 Kursi Mahasiswa Baru

UPN Veteran Yogyakarta Umumkan Kuota 5.915 Mahasiswa Baru untuk Tahun Akademik 2026/2027

Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta secara resmi mengumumkan kuota daya tampung untuk penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis, 12 Februari 2026. Kampus yang dikenal dengan sebutan Kampus Bela Negara ini membuka total 5.915 kursi bagi calon mahasiswa melalui tiga jalur seleksi yang telah ditetapkan.

Distribusi Kuota Melalui Tiga Jalur Seleksi

Penetapan kuota tersebut dibagi secara proporsional ke dalam tiga jalur penerimaan utama. Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) mendapatkan alokasi sebesar 20 persen dari total kuota. Sementara itu, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) memperoleh porsi terbesar yaitu 50 persen. Jalur Seleksi Mandiri (SM) menyumbang 30 persen dari keseluruhan kursi yang tersedia.

Perhitungan Matang dengan Pertimbangan Kapasitas Riil

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si, menegaskan bahwa penetapan kuota ini telah melalui proses perhitungan yang sangat matang. Beberapa faktor kunci yang dipertimbangkan meliputi:

  • Daya tampung aktual setiap program studi yang ditawarkan
  • Rasio dosen dan mahasiswa untuk menjaga kualitas pengajaran
  • Kesiapan sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai

Machya menyatakan, “Kami berkomitmen penuh untuk memberikan akses pendidikan tinggi yang berkualitas sekaligus memastikan mutu pembelajaran tetap terjaga dengan optimal. Penetapan kuota 5.915 mahasiswa ini sudah disesuaikan secara cermat dengan kapasitas riil universitas kami.” Pernyataan resmi ini dikutip langsung dari situs web resmi UPN Veteran Yogyakarta pada hari pengumuman.

Komitmen terhadap Kualitas Pendidikan Tinggi

Pengumuman kuota daya tampung ini mencerminkan komitmen berkelanjutan UPN Veteran Yogyakarta dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang inklusif namun tetap menjaga standar akademik yang tinggi. Dengan pembagian jalur yang jelas, kampus ini memberikan kesempatan yang luas bagi berbagai kalangan pelajar untuk mengakses pendidikan, baik melalui prestasi akademik, hasil tes nasional, maupun seleksi mandiri.

Proses penetapan kuota yang transparan dan berbasis data kapasitas riil ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan tinggi lainnya dalam mengelola penerimaan mahasiswa baru secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.