Serangan Udara AS-Israel Sebabkan Kerusakan Parah di Iran
Serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang sangat besar di Iran. Data terbaru menunjukkan bahwa hampir 140.000 unit perumahan mengalami kerusakan akibat bombardir yang berlangsung sejak akhir Februari.
Fasilitas Publik dan Kesehatan Turut Jadi Korban
Bukan hanya rumah warga yang terdampak. Laporan dari Bulan Sabit Merah Iran mengungkapkan bahwa 316 fasilitas kesehatan, medis, dan layanan medis darurat (EMS) turut hancur atau rusak parah. Selain itu, 763 sekolah dan 18 kantor Bulan Sabit Merah juga menjadi sasaran serangan, mengganggu akses pendidikan dan layanan kemanusiaan bagi masyarakat.
Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan dalam kondisi sulit. Tim penyelamat telah menggunakan anjing pelacak dalam 693 misi untuk menemukan korban yang terluka maupun jenazah yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
Situs Budaya dan Bersejarah Tidak Luput dari Serangan
Kerusakan juga meluas ke warisan budaya Iran. Otoritas setempat melaporkan bahwa lebih dari 100 museum dan situs bersejarah mengalami kerusakan struktural serius akibat gelombang serangan ini. Ahmad Alavi, kepala komite warisan budaya Dewan Kota Teheran, menyatakan bahwa setidaknya 120 museum, bangunan bersejarah, dan situs budaya di berbagai provinsi menjadi sasaran langsung.
Di antara situs yang rusak adalah Istana Golestan yang tercatat sebagai warisan dunia UNESCO, serta Istana Saadabad, Istana Marmer, dan rumah Teymourtash yang berfungsi sebagai Museum Perang. Kerusakan pada situs-situs ini merupakan pukulan berat bagi warisan budaya bangsa Iran.
Korban Jiwa dan Eskalasi Konflik yang Berlanjut
Serangan skala besar yang dilancarkan AS dan Israel sejak 28 Februari ini telah menelan korban jiwa yang signifikan. Total sedikitnya 1.340 orang tewas di berbagai wilayah Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran telah membalas serangan ini dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone ke target-target di Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Konflik yang terus bereskalasi ini tidak hanya mengancam stabilitas regional tetapi juga menghancurkan infrastruktur vital dan kehidupan warga sipil di Iran.



