Trump Ancam Bawa Iran ke Zaman Batu, Militer Iran Balas dengan Ancaman Serangan Lebih Keras
Trump Ancam Iran Zaman Batu, Militer Iran Balas Serangan

Trump Ancam Serang Iran Hingga Kembali ke Zaman Batu, Militer Iran Siap Balas Lebih Keras

Washington DC - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman keras yang menyebut akan membawa Iran kembali ke zaman batu. Ancaman ini langsung dibalas oleh militer Iran yang bersumpah akan melancarkan serangan balasan yang lebih menghancurkan terhadap AS dan sekutunya, Israel.

Ancaman Trump: Serangan Besar dalam 2-3 Minggu

Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu malam waktu setempat, Trump secara terbuka menyatakan rencana serangan besar-besaran terhadap Iran. "Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan," tegas Trump seperti dilansir CNN, Kamis (2/4/2026).

Trump bahkan menggunakan frasa yang sangat provokatif dengan mengatakan, "Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada." Ini merupakan pertama kalinya Trump menggunakan istilah 'kembali ke zaman batu' dalam konteks konflik dengan Iran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa tujuan perang bukanlah untuk mengganti rezim di Iran. "Perubahan rezim bukanlah tujuan kita. Kita tidak pernah mengatakan perubahan rezim, tetapi perubahan rezim telah terjadi karena kematian semua pemimpin asli mereka. Mereka semua sudah mati," klaim Trump.

Iran Balas dengan Ancaman Serangan Destruktif

Militer Iran tidak tinggal diam menghadapi ancaman Trump. Komando operasi militer Iran, Khatam Al-Anbiya, merilis pernyataan tegas yang menyatakan kesiapan Iran untuk melanjutkan perang hingga AS dan Israel menyerah.

"Dengan keyakinan pada Tuhan Yang Maha Kuasa, perang ini akan berlanjut hingga kalian dipermalukan, dihina, dan menyesalinya secara permanen dan pasti, dan menyerah," bunyi pernyataan tersebut seperti dilansir AFP.

Pernyataan itu juga mengancam serangan balasan yang lebih luas dan destruktif. "Nantikan tindakan kami yang lebih menghancurkan, lebih luas, dan lebih destruktif," tegas pernyataan militer Iran tersebut.

Pernyataan Trump yang Berubah-ubah

Konflik antara AS-Israel dengan Iran ini telah berlangsung beberapa waktu dengan pernyataan Trump yang sering berubah-ubah. Awalnya, Trump mengklaim telah memenangkan perang melawan Iran.

Kemudian, dia meminta bantuan NATO untuk membuka Selat Hormuz yang ditutup Iran sebagai respons atas serangan AS-Israel. Namun tak lama kemudian, Trump kembali sesumbar bahwa AS tidak membutuhkan bantuan NATO.

Trump juga sempat mengklaim sedang melakukan negosiasi dengan Iran, kemudian menyebut bahwa Iran-lah yang meminta gencatan senjata. Perubahan narasi ini menambah ketidakpastian dalam dinamika konflik yang sudah sangat tegang ini.

Ancaman timbal-balik antara kedua negara ini semakin meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang bisa berdampak luas tidak hanya di Timur Tengah, tetapi juga pada stabilitas global. Dunia internasional kini menanti perkembangan lebih lanjut dari ketegangan yang semakin memanas ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga