Rusia Gempur Ukraina dengan 420 Drone dan 39 Rudal, Puluhan Warga Terluka
Rusia Serang Ukraina dengan 420 Drone dan 39 Rudal

Rusia Gempur Ukraina dengan 420 Drone dan 39 Rudal, Puluhan Warga Terluka

Rusia kembali melancarkan serangan skala besar terhadap Ukraina, menggunakan ratusan drone dan puluhan rudal yang menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi bahwa serangan ini menargetkan sektor energi dan infrastruktur vital lainnya di delapan wilayah negara itu.

Detail Serangan dan Dampaknya

Serangan yang terjadi pada Kamis (26/2/2026) waktu setempat ini melibatkan 420 drone dan 39 rudal, termasuk rudal balistik dan jelajah. Target utama meliputi ibu kota Kyiv, kota Kharkiv di timur, dan Zaporizhzhia di selatan. Zelensky menyatakan bahwa puluhan orang, termasuk anak-anak, terluka dalam insiden ini.

Di Kharkiv, gubernur Oleh Syniehubov melaporkan setidaknya 14 orang cedera, dengan seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun di antara korban. Kota tersebut diserang oleh dua rudal dan 17 drone. Sementara itu, di Zaporizhzhia, gubernur Ivan Fedorov mengatakan tujuh orang terluka, dengan 19 gedung apartemen rusak dan 500 rumah kehilangan pemanas akibat kerusakan infrastruktur.

Fokus pada Sektor Energi

Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia telah memusatkan serangan pada sektor energi Ukraina, menghancurkan pembangkit listrik dan gardu induk. Hal ini menyebabkan pemadaman listrik berkepanjangan di berbagai wilayah. Serangan terbaru juga menargetkan infrastruktur gas di Poltava dan gardu listrik di Kyiv serta Dnipro.

Otoritas Kyiv melaporkan kerusakan pada beberapa bangunan di tiga distrik kota akibat puing-puing dari rudal dan drone. Foto-foto yang dipublikasikan menunjukkan rumah dengan lubang di dinding, bangunan hancur, dan toko-toko yang rusak parah.

Konteks Perang yang Berlanjut

Serangan ini terjadi saat Ukraina memasuki tahun kelima perang dengan Rusia, dengan warga terus menunjukkan ketahanan di tengah musim dingin. Insiden ini memperburuk krisis kemanusiaan dan infrastruktur di negara tersebut, menekankan perlunya perhatian internasional yang berkelanjutan.