Presiden Prabowo Siap Kirim 8.000 Personel TNI untuk Jaga Perdamaian di Palestina
Prabowo Siap Kirim 8.000 TNI untuk Perdamaian Palestina

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia di Forum Dewan Perdamaian

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara tegas menyatakan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi dalam upaya perdamaian di Palestina. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Washington DC, pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dukungan Penuh terhadap Rencana 20 Poin Trump

Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia sejak awal telah mempelajari dan sepenuhnya setuju dengan 20 poin rencana perdamaian yang digagas oleh Presiden Trump. "Indonesia, sejak hari pertama kami mempelajari rencana 20 poin Presiden Trump, kami sepenuhnya setuju dan kami berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Dan itulah sebabnya kami bergabung dengan Dewan Perdamaian," ujar Prabowo di hadapan para kepala negara yang hadir.

Ia mengakui bahwa akan ada berbagai rintangan dan kesulitan dalam proses mencapai perdamaian, namun tetap optimis bahwa impian tersebut dapat terwujud. "Akan ada masalah, tetapi kita akan berhasil melaluinya. Kita akan mencapai impian kita akan perdamaian di Palestina, sebuah solusi yang langgeng dan damai untuk masalah Palestina dan di Gaza," tambahnya.

Kesiapan Mengirim Pasukan TNI

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen konkret Indonesia dengan menyatakan kesediaan untuk menyumbangkan hingga 8.000 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) jika diperlukan. "Kami siap memberikan pasukan untuk ikut serta secara aktif dalam pasukan stabilisasi internasional demi mewujudkan perdamaian ini," katanya menutup pembicaraan.

Komitmen ini menunjukkan peran aktif Indonesia dalam mendukung stabilitas dan keamanan di kawasan Palestina, sebagai bagian dari kontribusi global untuk resolusi konflik yang berkelanjutan.

Pujian dari Presiden Donald Trump

Sebelumnya, dalam pembukaan pertemuan, Presiden Donald Trump memberikan pujian khusus kepada Presiden Prabowo. Trump menyebut Prabowo sebagai pemimpin yang besar dan tangguh. "Inilah seorang pria yang saya amat sukai, dia adalah orang yang sangat tangguh, saya tak ingin berkelahi dengannya," ucap Trump, yang disambut dengan apresiasi dari Prabowo.

Trump juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Indonesia sebagai negara dengan populasi besar dan memuji kepemimpinan Prabowo yang dihormati oleh banyak pihak. "Itu (Indonesia) adalah negara yang sangat besar. Anda telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dan dihormati oleh semua orang. Terima kasih banyak atas kehadiran Anda," kata Presiden AS tersebut.

Susunan Acara dan Kehadiran Negara Anggota

Pertemuan perdana Dewan Perdamaian ini dihadiri oleh berbagai pemimpin negara anggota, antara lain dari Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Kazakhstan, Hungaria, Pakistan, Paraguay, Uzbekistan, Vietnam, dan Mesir. Susunan acara meliputi:

  • Pembukaan oleh Presiden Donald Trump.
  • Pemaparan dari tokoh-tokoh kunci Dewan Perdamaian.
  • Pernyataan dari pemimpin negara anggota.
  • Pemungutan suara dan penetapan resolusi.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam diplomasi perdamaian internasional, khususnya dalam isu Palestina yang telah lama menjadi perhatian global.