Prabowo dan Anwar Ibrahim Diskusikan Dampak Konflik Asia Barat dan Keamanan Jalur Perdagangan Global
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (27/3/2026). Pertemuan yang berlangsung selama tiga jam ini fokus membahas dampak eskalasi konflik di Asia Barat terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan global, dengan perhatian khusus pada Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan strategis.
Kesamaan Pandangan Indonesia dan Malaysia dalam Menjaga Stabilitas
Dalam keterangan di akun Instagramnya, Anwar Ibrahim menyatakan bahwa pertemuan ini membuka ruang konstruktif untuk menemukan titik temu dalam menghadapi konflik Asia Barat yang mengancam keamanan energi dan stabilitas ekonomi global. Ia menegaskan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki kesamaan pandangan untuk memastikan jalur perdagangan internasional, termasuk Selat Hormuz, tidak terganggu di tengah ketegangan yang meningkat.
"Dalam ketidakpastian global yang semakin akut, Malaysia dan Indonesia menekankan perlunya memperkuat integrasi regional yang berprinsip untuk menjaga perdamaian, memastikan stabilitas, dan memperkuat ketahanan ekonomi demi kesejahteraan rakyat," ujar Anwar. Ia menambahkan bahwa keberlanjutan rantai pasokan global dan jalur perdagangan strategis harus dipastikan tidak terpengaruh oleh konflik.
Upaya Diplomatik untuk Meredakan Konflik dan Melindungi Warga Sipil
Kedua pemimpin juga sepakat untuk mengintensifkan upaya diplomatik guna meredakan konflik di kawasan tersebut. Langkah-langkah yang dibahas mencakup dorongan perlindungan terhadap warga sipil serta pembukaan ruang negosiasi menuju solusi damai dan berkelanjutan. "Kami sepakat untuk mengintensifkan upaya diplomatik untuk meredakan konflik, melindungi nyawa warga sipil, dan membuka ruang untuk negosiasi menuju solusi damai dan berkelanjutan," jelas Anwar.
Selain itu, PM Anwar menyatakan bahwa Malaysia terus berkoordinasi dengan berbagai mitra internasional untuk menyuarakan solidaritas dan mengkaji dampak konflik, terutama dalam aspek energi dan keamanan regional. Ia menegaskan komitmen Malaysia untuk menolak terorisme, menjunjung tinggi hukum internasional, dan mendorong semua pihak kembali ke jalur perdamaian.
Suasana Hangat dan Diskusi Mendalam dalam Pertemuan Tiga Jam
Pertemuan antara Prabowo dan Anwar Ibrahim berlangsung dari pukul 16.00 hingga 19.00 WIB. Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, suasana pertemuan berlangsung hangat dan akrab, dengan kedua pemimpin bersilaturahmi lebaran sambil berdiskusi mengenai dinamika geopolitik di Asia Barat serta berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama. "Dalam obrolan akrab itu, keduanya bersilaturahmi lebaran sekaligus berdiskusi mengenai dinamika geopolitik di Asia Barat, serta berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama," ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya.
Pertemuan ini menegaskan pentingnya kerja sama regional dalam menghadapi tantangan global, dengan fokus pada keamanan energi, stabilitas ekonomi, dan upaya perdamaian di kawasan yang sedang mengalami gejolak.



