Lanskap geopolitik global bergerak dinamis dan kian menegaskan polarisasi kekuatan besar dunia. Lawatan diplomatik tingkat tinggi seperti Donald Trump dan Vladimir Putin ke China memicu sorotan global. Pertemuan pemimpin negara adidaya ini tidak lagi sekadar membahas pakta pertahanan konvensional atau tarif dagang di sektor manufaktur. Di balik pintu-pintu diplomasi tersebut, terselip agenda besar penguasaan ekosistem teknologi masa depan: kecerdasan buatan (AI), jaringan komunikasi generasi kelima (5G), semikonduktor, hingga tata kelola data global.
Gema persaingan global tersebut terasa sangat dekat dalam seminar ilmiah bertajuk "Diplomasi Digital China di Asia Tenggara: Peluang dan Tantangan bagi Indonesia" yang diselenggarakan Forum Sinologi Indonesia (FSI) di Jakarta pada 25 Mei 2026. Pertemuan para akademisi dan pakar ini membahas bagaimana penetrasi teknologi digital China yang masif di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, membawa berkah sekaligus risiko ketergantungan yang akut.
Dinamika Diplomasi Digital
Seminar tersebut mengupas tuntas strategi China dalam memperluas pengaruh teknologinya di kawasan. Beberapa poin penting yang dibahas antara lain investasi besar-besaran di bidang infrastruktur digital, kerja sama riset AI, serta dominasi produk teknologi seperti perangkat 5G dan semikonduktor. Para pakar menyoroti bahwa Indonesia berada di persimpangan jalan: di satu sisi mendapatkan manfaat akses teknologi dan investasi, namun di sisi lain menghadapi risiko ketergantungan yang dapat mengancam kedaulatan digital.
Peluang dan Tantangan bagi Indonesia
Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem digital regional. Namun, tantangan seperti kesenjangan regulasi, perlindungan data, dan transfer pengetahuan masih menjadi pekerjaan rumah. Para akademisi menekankan perlunya strategi nasional yang komprehensif untuk memaksimalkan peluang sekaligus memitigasi risiko dari dominasi teknologi asing. Diskusi juga menyoroti pentingnya diplomasi digital yang proaktif untuk menjaga keseimbangan kepentingan nasional di tengah persaingan global.



