Sebuah pesawat militer Amerika Serikat menembaki dan melumpuhkan kapal tanker minyak M/T Belma berbendera Curaçao ketika kapal tersebut mencoba menerobos blokade angkatan laut AS di pelabuhan Iran. Insiden terjadi pada Rabu (15/7) waktu setempat, dan kapal dalam keadaan tidak bermuatan, menurut militer AS.
Rudal Hellfire Lumpuhkan Kapal
Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam unggahan di media sosial X, Kamis (16/7/2026), menyatakan bahwa pesawat melumpuhkan kapal setelah menembakkan rudal Hellfire ke cerobong asap. Kapal tersebut tidak lagi melanjutkan perjalanan menuju Iran. Ini adalah pertama kalinya AS secara paksa menghentikan sebuah kapal sejak blokade pelabuhan diberlakukan kembali pada pukul 20.00 GMT, Selasa lalu.
Blokade dan Dampaknya
CENTCOM juga melaporkan telah mengalihkan dua kapal komersial dalam 24 jam pertama pemberlakuan blokade. Sebelumnya, AS pernah memblokade pelabuhan Iran dari 13 April hingga 18 Juni, di mana sembilan kapal dilumpuhkan dan lebih dari 140 kapal dialihkan. Blokade ini melarang kapal-kapal menuju atau dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.
Blokade sebelumnya dicabut sebagai bagian dari nota kesepahaman antara AS dan Iran bulan lalu, yang bertujuan mengakhiri konflik berbulan-bulan. Namun, perselisihan terkait Selat Hormuz kembali memanas dan menjadi titik utama pertentangan kedua pihak.
Ancaman dari Iran
Menanggapi pemberlakuan kembali blokade, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan Washington agar bersiap menghadapi penutupan jalur-jalur ekspor minyak dan gas lainnya yang melayani kepentingan AS dan sekutunya. IRGC tidak merinci jalur mana yang berpotensi terdampak.
Insiden ini menambah ketegangan di kawasan Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia.



