Pemimpin Tertinggi Taliban Dikabarkan Tewas dalam Serangan Pakistan
Pemimpin tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada, dikabarkan tewas dalam operasi militer Pakistan di wilayah Afghanistan baru-baru ini. Informasi ini dilaporkan oleh sejumlah media asing, namun belum dikonfirmasi secara resmi oleh kelompok Taliban yang saat ini menguasai Kabul.
Sumber Kabar dari Media Sosial
Kabar terbaru mengenai kematian Akhundzada berasal dari postingan media sosial X oleh akun bernama OSINT Europe, yang merupakan cabang Eropa dari Open Source Intelligence. Akun tersebut mengumumkan bahwa Akhundzada tewas bersama para komandan senior Taliban setelah serangan udara Pakistan menargetkan markas besar mereka di Kabul. Postingan ini kemudian dikutip oleh media-media seperti Views Bangladesh, First Post, dan The Sunday Guardian.
Sejumlah postingan lain dengan informasi serupa juga beredar luas di platform media sosial X, menambah spekulasi mengenai nasib pemimpin Taliban tersebut.
Profil Misterius Akhundzada
Hibatullah Akhundzada, yang memimpin Taliban sejak tahun 2016, dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang tampil di depan umum. Dia menjabat sebagai pemimpin tertinggi Emirat Islam Afghanistan, nama resmi negara di bawah kepemimpinan Taliban setelah penarikan pasukan Amerika Serikat dan NATO pada tahun 2021.
Karena profil publiknya yang low profile, berbagai rumor tentang kesehatannya dan dugaan kematiannya telah muncul beberapa kali di masa lalu, seringkali tanpa verifikasi yang kredibel. Hal ini membuat upaya mengonfirmasi klaim terbaru menjadi semakin sulit.
Konflik Terkini antara Afghanistan dan Pakistan
Pertempuran antara Afghanistan dan Pakistan kembali pecah pekan ini, dengan Islamabad membombardir beberapa provinsi di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat pagi. Pakistan menyatakan bahwa serangan ini merupakan respons atas serangan yang terlebih dahulu dilancarkan Afghanistan pada Kamis malam.
Pemerintahan Taliban di Kabul menyebut serangan terhadap pos-pos perbatasan di wilayah Pakistan sebagai balasan atas serangan udara mematikan sebelumnya. Otoritas Pakistan mengklaim telah menewaskan 133 petempur Taliban Afghanistan dalam serangannya.
Namun, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, membantah adanya korban jiwa akibat serangan terbaru Pakistan pada Jumat waktu setempat. Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan bahwa delapan tentaranya tewas dan 11 tentara lainnya luka-luka dalam insiden tersebut.
Hingga saat ini, pemerintah Taliban belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengonfirmasi atau membantah kabar kematian Akhundzada, meninggalkan situasi dalam ketidakpastian yang mendalam.
