Pasukan Indonesia Direncanakan Bertugas di Wilayah Selatan Jalur Gaza
Mediator Amerika Serikat dalam perundingan dengan Hamas, Bishara Bahbah, telah mengonfirmasi bahwa pasukan Indonesia direncanakan untuk ditempatkan di wilayah selatan Jalur Gaza. Penempatan ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional yang akan bertugas di kawasan tersebut.
Pembagian Tanggung Jawab dan Sektor Tugas
Bahbah menjelaskan bahwa unit dari negara-negara lain yang terlibat akan bertugas di sektor-sektor berbeda di Jalur Gaza sesuai dengan pembagian tanggung jawab yang telah dirancang sebelumnya. Rencana ini menunjukkan koordinasi internasional yang matang untuk menjaga stabilitas di wilayah konflik. Setiap kontingen akan memiliki peran spesifik berdasarkan keahlian dan kapasitas masing-masing negara.
Portal berita Asharq Al-Awsat melaporkan bahwa kelompok pertama pasukan yang tergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional berpeluang besar untuk dikirim ke Jalur Gaza pada awal April 2026. Laporan ini memperkuat informasi yang telah beredar mengenai timeline operasi perdamaian di Gaza.
Jadwal Pengiriman dan Pengembangan Pasukan
"Sejauh yang saya ketahui, kelompok pertama pasukan sebagai bagian dari kekuatan ini akan memasuki Gaza pada awal April, dan kontingen yang lebih besar akan dikerahkan bulan depan," ujar Bahbah, seperti dikutip dari Antara pada Jumat, 27 Februari 2026. Pernyataan ini memberikan gambaran jelas mengenai tahapan pengiriman pasukan, dimulai dengan unit perintis diikuti oleh penguatan skala besar.
Rencana ini mencerminkan upaya global untuk menciptakan lingkungan yang aman dan stabil di Jalur Gaza pasca-konflik. Partisipasi Indonesia dalam misi ini menegaskan posisi negara sebagai aktor penting dalam diplomasi dan perdamaian internasional. Pasukan Indonesia diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam operasi kemanusiaan dan keamanan di wilayah selatan Gaza.
Dengan persiapan yang sedang berlangsung, komunitas internasional terus memantau perkembangan perundingan dan implementasi rencana penempatan pasukan. Keberhasilan misi ini akan bergantung pada kerja sama semua pihak yang terlibat, termasuk koordinasi dengan otoritas lokal di Gaza.
