Pakistan Minta Jaminan AS Sebelum Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza
Pakistan Minta Jaminan AS Sebelum Kirim Pasukan ke Gaza

Pakistan Minta Jaminan AS Sebelum Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza

Pemerintah Pakistan tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan untuk mengirim pasukan ke Gaza sebagai bagian dari International Stabilization Force (ISF). Islamabad meminta jaminan dari Amerika Serikat bahwa misi tersebut benar-benar murni sebagai operasi penjaga perdamaian, bukan untuk tujuan melucuti kelompok Hamas.

Kekhawatiran Pakistan Terhadap Misi di Gaza

Tiga sumber pemerintah Pakistan yang diwawancarai oleh Reuters pada Rabu, 18 Februari 2026, mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Shehbaz Sharif ingin memastikan beberapa hal krusial sebelum memutuskan pengerahan pasukan. Sharif berupaya memahami tujuan, dasar kewenangan, serta rantai komando ISF secara jelas. Hal ini menunjukkan kehati-hatian Pakistan dalam menanggapi permintaan partisipasi dalam misi internasional di Gaza.

Jadwal Pertemuan dengan Presiden AS

Perdana Menteri Shehbaz Sharif dijadwalkan menghadiri KTT Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington pada Kamis, 19 Februari 2026. Pertemuan ini akan dihadiri oleh delegasi dari sedikitnya 20 negara lainnya, membahas isu perdamaian dan stabilitas di kawasan konflik.

Dalam konteks ini, Pakistan berharap dapat memperoleh kejelasan dan jaminan dari AS terkait misi ISF di Gaza. Keputusan akhir mengenai pengiriman pasukan akan sangat bergantung pada hasil pembicaraan dalam KTT tersebut. Pakistan menekankan komitmennya pada perdamaian, tetapi ingin memastikan bahwa partisipasinya tidak disalahartikan atau digunakan untuk tujuan lain di luar penjagaan perdamaian.