Pakistan Bombardir Kabul, Afghanistan-Pakistan Dinyatakan dalam Perang Terbuka
Pakistan Bombardir Kabul, Afghanistan-Pakistan Perang Terbuka

Pakistan Bombardir Kabul, Afghanistan-Pakistan Dinyatakan dalam Perang Terbuka

Militer Pakistan membombardir kota-kota besar di wilayah Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat (27/2/2026) waktu setempat. Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyatakan kedua negara kini berada dalam "perang terbuka" setelah berbulan-bulan bentrokan yang terus meningkat.

Gempuran terhadap ibu kota Afghanistan itu dilancarkan oleh Islamabad setelah sehari sebelumnya, atau pada Kamis (26/2) malam, pasukan militer Kabul menyerang pos-pos perbatasan di wilayah Pakistan. Pemerintahan Taliban yang menguasai Kabul menyebut serangan di pos perbatasan itu sebagai balasan atas serangan-serangan udara mematikan sebelumnya.

Iran Tawarkan Bantuan untuk Fasilitasi Dialog

Pemerintah Iran menawarkan bantuan untuk memfasilitasi dialog antara Afghanistan dan Pakistan yang kembali terlibat pertempuran pekan ini. Tawaran itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam pernyataan terbaru via media sosial X.

"Republik Islam Iran siap memberikan bantuan apa pun yang diperlukan untuk memfasilitasi dialog, dan meningkatkan kesepahaman dan kerja sama antara kedua negara," kata Araghchi. Tawaran ini muncul setelah Islamabad menyatakan kedua negara berada dalam perang terbuka, menyusul bombardir Pakistan terhadap beberapa wilayah Afghanistan.

133 Petempur Taliban Tewas dalam Serangan Balasan

Pakistan terus melancarkan serangan udara terhadap beberapa provinsi di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat (27/2) pagi. Otoritas Pakistan mengklaim pasukan militernya menewaskan 133 petempur Taliban Afghanistan dalam serangannya.

Sedangkan otoritas Taliban mengumumkan serangan balasannya telah menewaskan 55 tentara Pakistan. Pertempuran terbaru antara kedua negara yang bertetangga ini terjadi setelah gencatan senjata yang rapuh berlaku sejak Oktober tahun lalu, dengan dimediasi oleh Qatar dan Turki.

AS Siap Kerahkan Drone Kamikaze Jika Serang Iran

Unit drone kamikaze pertama Amerika Serikat dilaporkan siap dikerahkan, jika Presiden Donald Trump memutuskan untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Drone kamikaze AS yang memiliki kemampuan dalam serangan satu arah yang mematikan ini, juga bisa dikerahkan dalam misi pengintaian.

Kesiapan pengerahan drone kamikaze AS itu dilaporkan oleh media terkemuka Bloomberg, setelah juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins, mengumumkan kesiapan unit drone itu untuk beroperasi. Unit drone kamikaze buatan SpektreWorks yang berbasis di Arizona itu dikenal sebagai Satuan Tugas Scorpion.

Tentara Thailand Kehilangan Kaki Akibat Ledakan Ranjau di Perbatasan

Seorang tentara Thailand kehilangan kakinya akibat ledakan ranjau darat di perbatasan yang diperebutkan antara negara itu dengan Kamboja. Ini terjadi pada hari Jumat (27/2) di tengah gencatan senjata rapuh yang masih berlaku setelah berbulan-bulan terjadi bentrokan lintas perbatasan.

Sejak musim panas lalu, puluhan orang tewas dalam gelombang konflik di sepanjang perbatasan kedua negara yang dikelilingi hutan itu. Kawasan itu telah diperebutkan selama lebih dari satu abad sejak penetapannya pada era kolonial Prancis.

Laporan jurnalis AFP dan warga setempat di area Kabul dan Kandahar menyebut rentetan suara ledakan dan jet tempur yang terbang rendah terdengar jelas pada Jumat (27/2) waktu setempat. Rentetan suara ledakan keras yang diikuti oleh suara tembakan dilaporkan terdengar selama lebih dari dua jam, menandai eskalasi konflik yang semakin memanas.