Netanyahu Muncul Perdana Usai Serangan Iran, Ancam Bunuh Mojtaba Khamenei
Netanyahu Ancam Bunuh Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

Netanyahu Muncul Perdana Usai Serangan Iran, Langsung Ancam Bunuh Mojtaba Khamenei

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya muncul untuk pertama kalinya sejak serangan besar-besaran Iran yang membombardir sejumlah wilayah Tel Aviv. Dalam penampilan perdananya yang disiarkan melalui video jumpa pers, Netanyahu secara langsung mengeluarkan ancaman akan membunuh pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.

Penampilan Pertama Setelah Dimulainya Perang

Dilansir dari Reuters pada Jumat (13/3/2026), ini merupakan penampilan pertama Netanyahu sejak konflik antara Israel dan Iran memasuki fase perang terbuka. Dalam video tersebut, Netanyahu terlihat berdiri dengan latar belakang dua bendera Israel, menjawab berbagai pertanyaan jurnalis melalui tautan video konferensi pers.

Netanyahu menyatakan bahwa kondisi Iran "tidak lagi sama" setelah hampir dua minggu mengalami pemboman intensif dari pasukan Israel. Dia bahkan mengklaim bahwa Garda Revolusi Iran dan pasukan paramiliter Basij telah menderita kerugian signifikan akibat serangan-serangan tersebut.

Ancaman Terbuka terhadap Pemimpin Iran

Dalam pernyataannya yang tegas, Netanyahu bersumpah akan terus melancarkan serangan terhadap kelompok Hizbullah Lebanon sebagai balasan atas serangan yang dilakukan Hizbullah pada Senin (2/3) lalu. Namun, yang lebih mengejutkan adalah ancaman langsungnya terhadap pemimpin tertinggi Iran.

"Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk pemimpin organisasi teroris mana pun... Saya tidak bermaksud memberikan laporan pasti di sini tentang apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan," tegas Netanyahu ketika ditanya mengenai tindakan apa yang akan diambil Israel terhadap Iran dan Hizbullah.

Tujuan Strategis Serangan Israel

Netanyahu juga membahas mengenai sirene peringatan serangan rudal dari Iran yang terus meraung di sebagian besar wilayah tengah Israel. Dia menjelaskan bahwa tujuan utama serangan Israel terhadap Iran adalah untuk menghilangkan ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh program nuklir dan rudal balistik Teheran.

Lebih jauh, Netanyahu mengungkapkan bahwa Israel berusaha menyebabkan keruntuhan pemerintahan Iran dengan mendorong rakyat Iran untuk bangkit melawan rezim yang berkuasa. Meskipun demikian, dia mengakui bahwa strategi ini mungkin tidak sepenuhnya berhasil.

"Saya tidak akan merinci tindakan yang sedang kami ambil. Kami sedang menciptakan kondisi optimal untuk menggulingkan rezim, tetapi saya tidak akan menyangkal bahwa saya tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menggulingkan rezim tersebut - sebuah rezim digulingkan dari dalam," jelas Netanyahu.

Namun dia menambahkan dengan penuh keyakinan: "Tapi kami pasti bisa membantu dan kami memang sedang membantu."

Evaluasi Kondisi Pasca-Serangan

Ketika ditanya apakah Israel mempersenjatai kelompok oposisi penguasa Iran dan apakah upaya tersebut mungkin gagal mencapai tujuan keruntuhan pemerintahan, Netanyahu memberikan respons yang realistis. Dia menyatakan bahwa bahkan jika pemerintah Iran tidak jatuh sepenuhnya, rezim tersebut akan tetap berada dalam kondisi yang sangat lemah akibat tekanan militer dan politik yang berkelanjutan.

Penampilan Netanyahu ini menandai babak baru dalam konflik yang telah memanas antara Israel dan Iran, dengan ancaman terbuka terhadap pemimpin tertinggi Iran menunjukkan eskalasi yang signifikan dalam retorika dan strategi militer kedua negara.