Menlu Singapura Apresiasi Tim SAR Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono
Menlu Singapura Apresiasi Tim SAR Evakuasi Gunung Dukono

Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah Indonesia atas keberhasilan tim Search and Rescue (SAR) dalam menemukan dua pendaki warga negara Singapura yang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Anda mungkin ingat pada 8 Mei, tiga orang, satu orang Indonesia dan dua orang Singapura kehilangan nyawa di Gunung Dukono, Maluku Utara. Saya dan saudara saya (Sugiono) mengucapkan belasungkawa kepada pihak keluarga,” ujar Vivian seusai pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).

Vivian kemudian memberikan penghargaan khusus kepada tim SAR Indonesia. Berkat kerja keras mereka, para korban berhasil ditemukan di tengah kondisi yang sangat sulit. “Secara khusus bagi Singapura, saya ingin mengucapkan apresiasi terdalam terhadap tim Search and Rescue. Lebih dari 150 personel SAR dikerahkan. Mereka menghadapi risiko signifikan dalam keadaan yang sangat berat, dengan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung dan cuaca yang ekstrem,” katanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia menambahkan bahwa kejadian ini membuktikan eratnya hubungan antara Singapura dan Indonesia. “Melihat satu sama lain yang saling melindungi pada saat krisis, ini benar-benar menunjukkan kedekatan hati antara Indonesia dan Singapura. Saya ingin mengucapkan apresiasi terdalam kepada saudara saya, Pak Sugiono, dan tim yang lain,” tuturnya.

Kronologi Penemuan Korban

Dua warga negara Singapura yang menjadi korban adalah Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27). Keduanya ditemukan dalam kondisi berpelukan setelah erupsi Gunung Dukono.

Kepala Kantor Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa jenazah kedua pendaki tersebut ditemukan pada hari ketiga pencarian, Minggu (10/5) sekitar pukul 13.00 WIT. Lokasi penemuan berada sekitar 13 meter arah utara dari bibir kawah.

“Kedua korban berada dalam satu titik dengan posisi terhimpit batu besar. Keduanya saling berpelukan dan kondisi tubuh sudah tidak utuh,” ungkap Iwan seperti dilansir detiksulsel.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi para pendaki gunung berapi aktif, serta pentingnya koordinasi internasional dalam penanganan bencana.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga