Indonesia Jadi Sorotan Global Sebagai Negara Pertama Kirim Pasukan ke Gaza
Media-media internasional secara luas melaporkan persiapan Indonesia untuk mengerahkan pasukan ke Jalur Gaza sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang mengakhiri pertempuran antara Israel dan Hamas. Persiapan ini juga menjadi bahan pembahasan hangat di media-media lokal Israel, menandai perhatian global terhadap langkah strategis Indonesia dalam upaya perdamaian di Timur Tengah.
Laporan Media Israel Soroti Kontribusi Pertama Indonesia
Setidaknya tiga media Israel berbahasa Inggris mengulas persiapan pengerahan pasukan oleh Indonesia ke Jalur Gaza. The Jerusalem Post melaporkan dalam artikel berjudul "Indonesia to be first peacekeeping contributor to Gaza's International Stabilization Force", mengutip laporan dari KAN News yang menyebut Indonesia sebagai negara pertama yang berkontribusi pada Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).
Media tersebut menulis, "Indonesia akan menjadi negara pertama yang berkontribusi pada Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang akan menangani aspek-aspek perdamaian di Gaza selama fase kedua gencatan senjata pemerintahan Trump, demikian dilaporkan Channel 11 pada Senin (9/2)."
Selain itu, Ynetnews melaporkan dalam tulisannya "Indonesia prepares up to 8,000 troops for possible Gaza mission, first state to signal participation", menyebutkan bahwa empat bulan setelah penandatanganan perjanjian untuk membentuk pasukan multinasional di Gaza, Indonesia menjadi negara pertama yang secara resmi mengumumkan persiapan pengiriman pasukan.
Media Global Ikut Mengangkat Berita Persiapan Pasukan Indonesia
The Times of Israel melaporkan dalam artikel berjudul "Indonesia says up to 8,000 troops being prepared for possible Gaza deployment", mengutip pernyataan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak, yang mengatakan Indonesia sedang mempersiapkan potensi pengerahan 5.000 hingga 8.000 tentara ke Gaza di bawah rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump.
Media terkemuka Inggris, The Guardian, juga mengulas hal ini dalam laporannya "Indonesia prepares to send up to 8,000 troops to Gaza as part of Trump plan", menegaskan bahwa Indonesia menyatakan sedang bersiap mengirimkan hingga 8.000 tentara sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian.
BBC melaporkan dalam ulasan berjudul "Indonesia preparing to deploy up to 8,000 soldiers to Gaza", menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara pertama yang melakukannya sebagai bagian dari fase kedua perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat. BBC juga mengutip bahwa pelatihan untuk para tentara telah dimulai dengan fokus pada peran medis dan teknik di Gaza.
Respons dan Klarifikasi dari Pihak Indonesia
Kantor berita Reuters melaporkan dalam artikel "Indonesia says proposed Gaza peacekeeping force could total 20,000 troops", mengutip Mensesneg Prasetyo Hadi yang mengatakan bahwa jumlah pasti pasukan belum dibahas, tetapi Indonesia memperkirakan dapat menawarkan hingga 8.000 personel. "Kami hanya mempersiapkan diri jika kesepakatan tercapai dan kami harus mengirimkan pasukan penjaga perdamaian," kata Prasetyo Hadi.
Reuters juga mengutip keterangan juru bicara Kementerian Pertahanan Indonesia, Rico Ricardo Sirat, yang membantah laporan media Israel soal pasukan TNI akan dikerahkan di area Rafah dan Khan Younis di Gaza. "Masalah operasional (lokasi pengerahan, jumlah personel, jadwal, mekanisme) belum final dan akan diumumkan setelah keputusan resmi dibuat dan mandat internasional yang diperlukan telah diklarifikasi," tegasnya.
Liputan dari Media Regional dan Internasional Lainnya
Media The Palestine Chronicle yang berbasis di Uni Eropa melaporkan dalam artikel "Indonesia Prepares 8,000 Troops for Proposed Gaza 'Stabilization Force'", mendasarkan ulasannya pada laporan media asing. Sementara itu, New Arab dari Inggris mengulas hal serupa dalam artikel "Indonesia preparing to deploy 'thousands' of troops to Gaza for stabilisation force mission".
Media Singapura, Channel News Asia, membahasnya dalam artikel "Indonesia readies up to 8,000 troops for Gaza in support of Trump peace plan", mengutip laporan kantor berita Antara yang menyebut Indonesia bersiap mengirimkan hingga 8.000 tentara untuk mendukung Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump, menjadikannya negara pertama yang secara terbuka berkomitmen mengirim pasukan untuk misi perdamaian semacam itu.
Dengan demikian, persiapan Indonesia untuk mengirim pasukan perdamaian ke Gaza telah menarik perhatian luas dari berbagai media internasional, menegaskan posisi Indonesia sebagai pionir dalam upaya stabilisasi di kawasan konflik tersebut. Langkah ini tidak hanya mencerminkan komitmen Indonesia terhadap perdamaian global tetapi juga menunjukkan kesiapan nyata dalam berkontribusi pada misi kemanusiaan di tingkat internasional.