Putri Kim Jong Un Diduga Duduki Posisi Strategis di Bidang Rudal
Jakarta - Korea Utara dikabarkan memiliki seorang 'direktur jenderal rudal' yang diisi oleh sosok remaja berusia 13 tahun. Bukan remaja biasa, posisi tersebut diduga dijabat oleh putri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yaitu Kim Ju Ae. Media Korea Selatan, Chosun Daily, mengutip sumber pemerintah tingkat tinggi yang menyatakan bahwa badan intelijen Korsel telah memperoleh laporan mengenai pengangkatan putri Kim ke posisi itu.
Meskipun secara resmi Jang Chang-ha terdaftar sebagai direktur administrasi rudal, informasi intelijen mengungkapkan bahwa Kim Ju Ae menerima pengarahan langsung dari para jenderal dan mengeluarkan perintah-perintah penting. Media pemerintah Korea Utara pertama kali mengonfirmasi keberadaan Kim Ju Ae pada November 2022, dengan menyebutnya sebagai 'anak kesayangan' saat mendampingi Kim dalam peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-17.
Peran Publik dan Dugaan Sebagai Calon Penerus
Kim Ju Ae kerap disebut-sebut sebagai penerus ayahnya, Kim Jong Un. Pemimpin Korea Utara itu berkali-kali membawa putrinya ke acara-acara penting, seperti pemantauan peluncuran rudal balistik antarbenua, inspeksi senjata, hingga kongres partai. Dalam salah satu foto yang dirilis media pemerintah Korut, Ju Ae juga terlihat mengunjungi mausoleum atau Istana Matahari Kumsusan bersama orang tuanya dan beberapa pejabat tinggi, yang semakin memperkuat spekulasi statusnya sebagai calon penerus rezim.
Baru-baru ini, Kim Jong Un mengajak putrinya dalam peresmian distrik perumahan baru di Pyongyang untuk keluarga tentara yang gugur di Ukraina. Media pemerintah Korut menampilkan keduanya berjalan di Jalan Saeppyol dan mengunjungi rumah-rumah keluarga prajurit. Dalam pidatonya, Kim berjanji untuk membalas budi para tentara yang berkorban untuk Tanah Air, sementara kehadiran Ju Ae di acara ini dianggap sebagai sinyal penting mengenai perannya di masa depan.
Konfirmasi Intelijen dan Indikator Penunjukan
Seorang anggota parlemen Korea Selatan, Lee Seong-kweun, mengungkapkan bahwa Badan Intelijen (NIS) telah menilai Kim Ju Ae secara jelas 'ditunjuk sebagai penerus'. Indikator penunjukan ini termasuk semakin seringnya Ju Ae tampil dalam acara resmi kenegaraan dan keterlibatannya dalam pembahasan kebijakan pemerintah. Keluarga Kim telah memerintah Korea Utara selama beberapa dekade dengan kultus 'garis keturunan Paektu' yang kuat, dan kemunculan Ju Ae di agenda strategis memperkuat tradisi ini.
Media pemerintah Korea Utara pada Januari lalu menampilkan Ju Ae memberi penghormatan di Istana Matahari Kumsusan, tempat persemayaman Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Momen ini dinilai semakin mengukuhkan spekulasi statusnya. Media pemerintah Korut, yang biasanya enggan menyebut namanya, kini sering menggambarkan Kim Ju Ae dengan istilah seperti 'yang dicintai' atau 'tokoh besar yang membimbing'.
Profil Kim Ju Ae dan Citra Baru
Kim Ju Ae adalah putri Kim Jong Un dan istrinya, Ri Sol Ju. Kemunculannya di publik dianggap sebagai upaya untuk melunakkan citra ayahnya sebagai diktator yang kejam. Ju Ae pernah menemani Kim Jong Un ke Beijing untuk parade militer terbesar di China, di mana dia terlihat turun dari kereta lapis baja. Dia sering tampil dengan rambut panjang—yang dilarang bagi remaja seusianya di Korea Utara—dan mengenakan pakaian rancangan desainer mewah, menunjukkan status istimewanya di tengah keterbatasan rakyat biasa.
Dengan laporan intelijen dan kemunculan publik yang semakin intens, Kim Ju Ae tidak hanya diduga memegang peran strategis sebagai direktur jenderal rudal, tetapi juga dipersiapkan sebagai penerus kepemimpinan di Korea Utara. Hal ini menandai babak baru dalam dinasti Kim yang telah berkuasa selama puluhan tahun.