Mantan Presiden Afghanistan Laporkan Serangan Udara Pakistan di Tiga Wilayah
Jakarta - Mantan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, secara resmi melaporkan terjadinya serangan udara yang dilancarkan oleh Pakistan di wilayah Afghanistan. Dalam pernyataannya yang dikutip oleh kantor berita Al Jazeera pada Jumat, 27 Februari 2026, Karzai menyebutkan bahwa pesawat militer Pakistan telah melakukan pemboman di tiga provinsi utama.
Lokasi Serangan yang Dilaporkan
Menurut laporan tersebut, serangan udara terjadi di Ibu Kota Kabul serta di provinsi Kandahar dan Paktia. Karzai menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk agresi yang tidak dapat diterima oleh rakyat Afghanistan. Dia menyatakan dengan tegas bahwa rakyat Afghanistan siap untuk membela tanah air mereka dengan segala cara yang diperlukan.
"Rakyat Afghanistan akan membela tanah air tercinta mereka dengan persatuan penuh dalam segala keadaan dan akan menanggapi agresi dengan keberanian," tulis Karzai dalam pernyataannya. Pernyataan ini menekankan komitmen kuat untuk melawan setiap bentuk serangan dari luar negeri.
Seruan untuk Perubahan Kebijakan
Lebih lanjut, Karzai mengkritik kebijakan Pakistan yang dianggapnya menciptakan masalah melalui kekerasan dan pemboman. Dia menyerukan agar Pakistan mengubah pendekatannya dan memilih jalan diplomasi yang lebih baik. "Pakistan tidak dapat melepaskan diri dari kekerasan dan pemboman-masalah-masalah yang diciptakannya sendiri-tetapi harus mengubah kebijakannya sendiri dan memilih jalan bertetangga baik, saling menghormati, dan menjalin hubungan yang beradab dengan Afghanistan," tambahnya.
Pernyataan ini muncul dalam konteks ketegangan regional yang terus berlanjut, di mana Afghanistan telah lama menjadi wilayah konflik. Laporan serangan udara ini menambah daftar insiden yang memperburuk hubungan antara kedua negara tetangga tersebut.
Dampak dan Reaksi
Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak Pakistan mengenai serangan tersebut, laporan dari Karzai ini telah menarik perhatian internasional. Kejadian ini berpotensi memicu respons lebih lanjut dari pemerintah Afghanistan dan komunitas global. Rakyat Afghanistan, seperti yang ditekankan Karzai, diharapkan tetap bersatu dalam menghadapi tantangan ini.
Insiden ini juga menyoroti pentingnya dialog dan kerjasama regional untuk mencegah eskalasi konflik. Sebagai mantan pemimpin, suara Karzai tetap berpengaruh dalam politik Afghanistan, dan pernyataannya ini dapat mempengaruhi opini publik serta kebijakan ke depan.
