Israel dan Lebanon Gelar Pertemuan Bersejarah di AS untuk Bahas Perdamaian
Israel-Lebanon Gelar Pertemuan Bersejarah di AS Bahas Perdamaian

Israel dan Lebanon Gelar Pertemuan Bersejarah di AS untuk Bahas Peluang Perdamaian

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyebut pertemuan antara Israel dan Lebanon sebagai "kesempatan bersejarah" untuk mencapai perdamaian. Pertemuan ini terjadi ketika para duta besar kedua negara untuk Amerika Serikat bertemu dalam pembicaraan diplomatik tatap muka pertama sejak tahun 1993. Rubio menegaskan bahwa harapan dari pertemuan ini adalah untuk merumuskan kerangka kerja yang dapat menjadi landasan bagi terciptanya perdamaian yang aktual dan langgeng.

AS Dorong Penghentian Operasi Militer dan Fokus pada Konflik dengan Iran

Amerika Serikat mendesak sekutunya, Israel, untuk mengakhiri operasi militer terhadap militan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon selatan. Tujuannya adalah agar Israel dapat memusatkan perhatian untuk mengakhiri perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan harapannya bahwa pembicaraan ini akan menandai awal dari berakhirnya penderitaan rakyat Lebanon.

Sejak konflik dimulai, ribuan warga Lebanon telah tewas, ribuan lainnya terluka, dan lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi. Banyak perdebatan muncul mengenai apakah Lebanon seharusnya ikut serta dalam gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Sementara itu, Hizbullah menolak semua kesempatan berdialog dengan Israel dan dilaporkan meningkatkan serangan saat berlangsungnya pembicaraan antara Lebanon dan Israel di AS.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Israel dan Lebanon Sepakat Lawan Hizbullah

Dalam pernyataan kepada wartawan usai pembicaraan, Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter mengatakan bahwa kedua belah pihak berada di sisi yang sama dalam persoalan ini, yang ia sebut sebagai hal paling positif yang bisa didapatkan. Leiter menegaskan bahwa kedua belah pihak ingin melihat kehancuran Hizbullah, kelompok militan Syiah yang didukung Iran.

Leiter juga menyoroti bahwa pemerintah Lebanon telah menegaskan tidak akan lagi dikuasai oleh Hizbullah, yang akan melemahkan Iran. Ia menambahkan bahwa Hizbullah telah melemah secara signifikan, sehingga ini adalah peluang. Meski ada beberapa titik kesepakatan, Leiter menegaskan bahwa Israel perlu melihat komitmen Lebanon untuk sepenuhnya memisahkan diri dari Teheran dan Hizbullah. Ia memuji perwakilan Lebanon atas kerja sama yang dilakukan meski ada tekanan dari Hizbullah untuk memboikot pertemuan itu.

Dubes Lebanon: Pembicaraan Berlangsung Konstruktif

Dalam sebuah pernyataan, Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh Moawad mengatakan bahwa pembicaraannya dengan Duta Besar Israel serta Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, berlangsung secara konstruktif. Dubes Moawad menyerukan gencatan senjata selama pertemuan dan menuntut agar warga Lebanon yang mengungsi diizinkan kembali ke rumah mereka.

Ia juga menekankan pentingnya kedaulatan penuh negara atas seluruh wilayah Lebanon. Wilayah selatan Lebanon telah menjadi sasaran serangan selama berminggu-minggu, dan menurut laporan, lebih dari satu juta penduduk terpaksa mengungsi akibat serangan Israel. Sementara itu, sejumlah politisi Israel yang bersikap radikal telah menyerukan pencaplokan sebagian wilayah Lebanon.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga