Iran Sumpah Akan Membalas Setelah Kapal Kargonya Ditembak dan Disita AS di Teluk Oman
Ketegangan di kawasan Teluk Oman kembali memanas setelah pasukan Amerika Serikat menembak dan menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran. Militer Iran langsung bersumpah akan memberikan balasan atas insiden yang terjadi di perairan strategis tersebut.
Peringatan Keras dari Pusat Komando Militer Iran
Juru bicara pusat komando militer Iran, Khatam Al-Anbiya, mengeluarkan pernyataan keras melalui kantor berita ISNA yang dikutip AFP. "Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera menanggapi dan membalas pembajakan bersenjata ini dan militer AS," tegas Khatam.
Dalam pernyataannya, Khatam menuduh Amerika Serikat telah melanggar gencatan senjata yang seharusnya berlaku sejak 8 April 2026. Tuduhan ini muncul sebagai respons langsung atas tindakan pasukan AS terhadap kapal kargo Iran bernama Touska.
Detail Insiden Penembakan Kapal Touska
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi insiden tersebut melalui unggahan di platform Truth Social. Menurut Trump, kapal kargo Touska yang memiliki panjang hampir 900 kaki dan berat hampir setara dengan kapal induk mencoba melewati blokade Angkatan Laut AS di Teluk Oman.
"Kapal Perusak Rudal Terarah Angkatan Laut AS USS Spruance mencegat Touska di Teluk Oman, dan memberi mereka peringatan untuk berhenti. Awak kapal Iran menolak untuk mendengarkan, jadi kapal angkatan laut kami menghentikan mereka tepat di jalur mereka dengan meledakkan lubang di ruang mesin," tulis Trump.
Trump menambahkan bahwa marinir AS telah berhasil mengamankan kapal tersebut setelah insiden penembakan. Ia juga menyebutkan bahwa Touska berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegal sebelumnya.
Latar Belakang Ketegangan di Selat Hormuz
Insiden ini terjadi di tengah situasi yang sudah sangat tegang di Selat Hormuz, jalur vital untuk transportasi minyak dan gas alam cair dunia. Kawasan ini praktis tertutup sejak dimulainya perang AS-Israel dengan Iran tujuh minggu sebelumnya.
Beberapa perkembangan penting terkait situasi ini:
- Iran sempat membuka kembali selat tersebut pada hari Jumat sebagai pengakuan atas gencatan senjata Israel-Hezbollah di Lebanon
- Namun, Iran menutupnya kembali pada hari berikutnya sebagai tanggapan atas blokade AS yang terus berlanjut
- Teheran menuduh AS telah melakukan "pelanggaran kepercayaan" dalam perjanjian gencatan senjata
- Trump menuduh Iran melanggar perjanjian gencatan senjata dengan tindakannya di jalur perairan vital
Data dan Informasi Kapal Touska
Berdasarkan informasi yang tersedia, kapal Touska memiliki beberapa karakteristik penting:
- Tercatat dalam situs web Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS sebagai kontainer berbendera Iran yang berada di bawah sanksi
- Menurut data Marine Traffic, sekitar enam jam sebelum pengumuman Trump, Touska berada sekitar 45 kilometer di lepas pantai selatan Iran dekat kota Chabahar
- Situs pemantauan kapal Tanker Tracker melaporkan bahwa Touska berlayar dari Malaysia sebelum insiden terjadi
Insiden penembakan dan penyitaan kapal Touska ini semakin memperuncing hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang sudah tegang selama beberapa pekan terakhir. Pernyataan balas dendam dari militer Iran mengindikasikan bahwa konflik di kawasan strategis ini mungkin akan semakin meningkat dalam waktu dekat.



