PSI Bela Jokowi, Bestari Barus Ungkit Kekalahan JK di Pilpres 2009 dan Dukungan Anies
PSI Bela Jokowi, Bestari Barus Ungkit Kekalahan JK

PSI Bela Jokowi, Bestari Barus Ungkit Kekalahan JK di Pilpres 2009 dan Dukungan Anies

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus membela Joko Widodo (Jokowi) dari pernyataan Jusuf Kalla (JK) yang mengklaim peran kunci dalam karier politik Jokowi. Bestari Barus justru mengungkit rekam jejak JK dalam kontestasi pilpres, termasuk kekalahannya di 2009 dan saat mendukung Anies Baswedan pada 2024.

Bestari Barus Terkejut dengan Pernyataan Emosional JK

Bestari Barus mengaku terkejut atas pernyataan JK yang dinilainya tidak biasa. "Ya, saya juga baru tahu. Ya gimana ya, saya kaget aja gitu kan. Pak JK itu kan seorang negarawan yang saya tidak pernah apa ya, melihat beliau se-emosional begitu menyikapi persoalan-persoalan. Biasanya itu Pak JK itu orangnya lemah lembut, nggak tahu sekali ini kenapa gitu ya," kata Bestari Barus saat dihubungi, Senin (20/4/2026).

Ia menekankan bahwa pencalonan dalam pilpres bukan persoalan perorangan, melainkan melibatkan banyak pihak, termasuk partai politik. "Ya saya kira ini ya, itu sebagaimana siapa yang dicalonkan itu kan bukan perorangan ya, tapi lebih kepada peserta pemilunya kan partai politik pengusung secara bersama-sama. Nggak satu-dua orang. Satu-dua orang itu mungkin ada yang kemudian mempromosikan, ada kemudian membentuk tim-tim pemenangan dan seterusnya. Ya saya kira banyak orang yang berperan ketika itu ya partai-partai pengusung gitu ya," lanjutnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bestari Hargai Peran JK tapi Ingatkan Kekalahan di Pilpres

Meski menghargai jika JK merasa punya peran besar dalam pencalonan Jokowi, Bestari Barus mengingatkan momen-momen kekalahan JK. "Siapa mendukung siapa itu biasa, tapi siapa yang mendapat dukungan rakyat itu lah yang menang, di momen saat pencalonan Anies kemarin dan 2009 saat melawan Pak SBY itu kalah juga," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa kemenangan dalam pilpres bergantung pada sosok yang diterima oleh rakyat. "Jadi yang diterima rakyat itu adalah kalau waktu berpasangan sama Pak SBY ya SBY yang diterima rakyat, saat berpasangan dengan Jokowi, Jokowi yang diterima rakyat, pada saat (JK) pasangan dengan si anu (Wiranto) kan nggak diterima rakyat, akhirnya nggak terpilih," sebut dia.

Latar Belakang Pernyataan JK dan Penjelasan Jubir

Pernyataan JK ini muncul sebagai respons atas tuduhan Rismon Sianipar yang mengatakan dirinya mendanai kasus ijazah Jokowi. JK pun mengingatkan perannya di balik karier Jokowi hingga menjadi Presiden ke-7 RI, dengan tegas menyatakan, "Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya."

Jubir JK, Husain Abdullah, menjelaskan bahwa pernyataan itu disampaikan karena JK kerap dituding tidak tahu terima kasih kepada Jokowi. "Penjelasan Pak JK yang sempat disampaikan dengan nada tinggi, untuk meyakinkan loyalis Jokowi yang kerap menarasikan JK tidak tahu balas budi padahal sudah diangkat jadi Wapres oleh Jokowi. Tidak punya rasa terima kasih kepada Jokowi. JK tidak juga emosi. Tapi sudah lama JK menahan diri tidak buka-bukaan soal ini," kata Husain.

Husain menegaskan bahwa JK berperan dalam mengantarkan Jokowi ke Megawati Soekarnoputri untuk dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012, yang menjadi pintu bagi Jokowi maju di Pilpres 2014. "Jadi yang disampaikan JK adalah ketika langkah awal Jokowi berkiprah di Jakarta yang membuka pintu bagi Jokowi kemudian menjadi Presiden RI. Tanpa ini, kemungkinan nasibnya beda lagi," jelasnya.

Ia juga menyebut bahwa Megawati tidak bersedia mengesahkan pencalonan Jokowi sebagai presiden tanpa JK sebagai wakilnya, karena Jokowi dianggap belum berpengalaman. "Catatan pentingnya di sini, bukan Jokowi yang menetapkan JK sebagai pasangannya, melainkan langsung atas permintaan Ibu Mega selaku Ketua Umum PDIP kepada JK agar mendampingi Jokowi," tutur Husain.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga