Iran Luncurkan Serangan 'Paling Berat' ke Israel dan AS, Timur Tengah Mencekam
Iran Serang Israel dan AS, Timur Tengah Mencekam

Iran Luncurkan Serangan 'Paling Intens' ke Israel dan Pangkalan AS di Timur Tengah

Dalam perkembangan terkini, Iran telah melancarkan gelombang serangan baru yang ditargetkan pada Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Media pemerintah Iran menggambarkan rentetan serangan ini sebagai yang "paling intens dan paling berat" sejak awal konflik, menurut laporan kantor berita AFP.

Target Serangan Iran Meluas ke Berbagai Negara

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan melalui platform media sosial X bahwa mereka telah menyerang pangkalan-pangkalan AS di Al Udeid di Qatar, Camp Arifjan di Kuwait, dan Harir di Irak. Pernyataan yang dibagikan oleh media pemerintah ISNA menyebutkan bahwa "peluncuran besar-besaran" tersebut juga menargetkan Armada Angkatan Laut AS ke-5 di wilayah tersebut, dengan klaim bahwa infrastruktur operasional tentara AS telah dihancurkan.

Sementara itu, Israel mengklaim telah mendeteksi peluncuran rudal dari wilayah Iran, tetapi menyatakan situasi saat ini cukup aman bagi warga untuk keluar dari tempat perlindungan. Di sisi lain, Arab Saudi melaporkan keberhasilan dalam mencegat dan menghancurkan dua drone yang menargetkan ladang minyak, serta enam rudal balistik yang diarahkan ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan.

Respons dan Klaim dari Berbagai Pihak

Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyatakan bahwa pasukan AS telah menghancurkan 16 kapal penebar ranjau milik Iran di dekat Selat Hormuz. Pernyataan ini disertai dengan video yang menunjukkan serangan terhadap kapal-kapal tersebut. Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah berjanji untuk menangani kapal-kapal Iran "secara cepat dan keras".

Di tengah eskalasi konflik, Majelis Ahli Iran menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan wafat dalam serangan AS dan Israel. Proses penunjukan ini disebut tidak terhenti meski negara berada dalam situasi perang. Korps Garda Revolusi Islam menyambut penunjukan tersebut dengan menyebut Mojtaba Khamenei sebagai "ahli hukum yang mumpuni dan pemikir muda".

Dampak Serangan dan Korban Sipil

Serangan telah menyebabkan kerusakan signifikan di berbagai lokasi. Ledakan dilaporkan terjadi di depo BBM di Teheran dan Bandara Mehrabad, bandara tersibuk di Iran. Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyatakan bahwa sebanyak 1.332 warga sipil tewas akibat serangan gabungan AS dan Israel sejak akhir Februari, dengan ribuan lainnya terluka. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkonfirmasi 13 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Iran.

Konflik juga meluas ke negara-negara tetangga. Di Libanon, 217 orang tewas dan 798 terluka akibat serangan Israel. Bahrain melaporkan serangan udara terhadap dua hotel dan sebuah bangunan tempat tinggal di Manama, meski tidak ada korban jiwa. Qatar dan Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat serangan rudal dan drone di wilayah udara mereka.

Ancaman terhadap Jalur Pelayaran dan Sektor Energi

Pejabat Iran, Ebrahim Jabbari, memperingatkan bahwa negara itu akan "membakar" kapal-kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz, jalur vital untuk ekspor minyak dunia. Citra satelit menunjukkan kerusakan di kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi, meski kebakaran berhasil dipadamkan. Qatar juga menghentikan produksi gas alam cair setelah fasilitasnya diserang.

Harga minyak dunia melonjak menyusul serangan terhadap kapal-kapal di dekat Selat Hormuz, memperparah ketegangan ekonomi global. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengklaim kapal selam AS telah menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia, dengan sekitar 140 orang dinyatakan hilang.

Pernyataan Politik dan Upaya Diplomasi

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyiarkan pesan video meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang diserang, menegaskan bahwa Iran tidak berniat menyerang mereka dan menyerukan kerja sama regional untuk perdamaian. Dia juga mengeluarkan perintah kepada angkatan bersenjata Iran untuk tidak menyerang negara tetangga kecuali diserang lebih dulu.

Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak akan ada kesepakatan dengan Iran selain penyerahan tanpa syarat, sambil menyarankan peran AS dalam pemilihan pemimpin baru Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah campur tangan asing, menegaskan bahwa Iran tidak mengizinkan pihak luar ikut campur dalam urusan dalam negeri.

Dengan serangan yang terus berlanjut dan korban sipil yang meningkat, konflik antara Iran, AS, dan Israel semakin mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah, dengan dampak yang meluas ke sektor energi dan keamanan global.