Iran Peringatkan Trump: Langkah Sembrono Bisa Picu Kebakaran Seluruh Kawasan
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Peringatan ini disampaikan setelah Trump mengancam akan menyerang infrastruktur penting Teheran jika Iran tidak membuka Selat Hormuz.
Peringatan Melalui Media Sosial
Ghalibaf, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (6/4/2026), memperingatkan Trump bahwa "langkah-langkah sembrono" berarti "seluruh kawasan kita akan terbakar." Pernyataan ini disampaikan melalui media sosial X, merujuk pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Langkah-langkah sembrono Anda menyeret Amerika Serikat ke dalam NERAKA yang mengerikan bagi setiap keluarga, dan seluruh kawasan kita akan terbakar karena Anda bersikeras mengikuti perintah Netanyahu," kata Ghalibaf dalam pernyataannya.
Ultimatum Trump dan Ancaman Serangan
Trump, dalam wawancara dengan Wall Street Journal pada Minggu (5/4), menetapkan batas waktu bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz hingga Selasa (7/4) malam. Jika tidak dipatuhi, Teheran akan menghadapi serangan terhadap infrastruktur penting mereka.
"Jika mereka tidak melakukan sesuatu pada Selasa (7/4) malam, mereka tidak akan memiliki pembangkit listrik dan jembatan yang masih berdiri," tegas Trump. Dia juga memposting pernyataan di media sosial tanpa menyebut detail: "Selasa, pukul 20.00 Eastern Time."
Solusi dan Konteks Ketegangan
Ghalibaf menambahkan bahwa "satu-satunya solusi nyata adalah menghormati hak-hak rakyat Iran dan mengakhiri permainan berbahaya ini." Ketegangan di Timur Tengah memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei. Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Dampak dan Krisis Energi Global
Serangan pembalasan Iran memicu kerusakan dan korban jiwa di Israel maupun negara-negara Teluk. Sedikitnya 13 tentara AS di negara-negara Teluk tewas, dan lebih dari 300 lainnya luka-luka. Selain itu, Selat Hormuz yang merupakan jalur perairan penting bagi pasokan minyak dan gas global, secara efektif telah ditutup oleh rezim Teheran selama berminggu-minggu.
Penutupan ini memicu krisis energi global yang mendorong harga minyak dan gas naik tajam. Situasi ini memperburuk ketegangan yang sudah memanas di kawasan tersebut, dengan ancaman konflik yang lebih luas semakin nyata.



