Iran Izinkan Beberapa Negara Melintasi Selat Hormuz, Filipina Jadi Negara Terbaru
Di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, akses pelayaran di Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup oleh Iran. Pemerintah Iran dilaporkan telah memberikan izin kepada beberapa negara untuk melintasi jalur pelayaran strategis yang menjadi arteri utama perdagangan minyak global ini.
Latar Belakang Ketegangan di Selat Hormuz
Lalu lintas di Selat Hormuz mengalami gangguan signifikan pasca-serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran lebih dari sebulan yang lalu. Insiden ini memicu kekhawatiran internasional akan potensi penutupan total selat yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Namun, berdasarkan laporan terbaru, Iran tampaknya mengambil pendekatan selektif dengan tetap mengizinkan pelayaran negara-negara tertentu. Kebijakan ini menunjukkan upaya Iran untuk menyeimbangkan tekanan politik dengan kepentingan ekonomi regional.
Filipina Capai Konsensus dengan Iran
Menurut laporan BBC pada Selasa, 7 April 2026, Filipina menjadi negara terbaru yang berhasil mencapai konsensus dengan Iran mengenai akses pelayaran. Pencapaian diplomatik ini memberikan kepastian bagi kapal-kapal Filipina untuk melintasi selat tanpa hambatan.
Kesepakatan dengan Filipina ini mengikuti pola serupa dengan negara-negara lain yang telah mendapatkan izin sebelumnya, meskipun Iran belum merilis daftar lengkap negara yang diizinkan. Langkah ini dianggap sebagai sinyal positif dalam meredakan ketegangan di kawasan Teluk Persia.
Dampak terhadap Perdagangan Minyak Global
Pembukaan akses terbatas ini memiliki implikasi penting bagi stabilitas pasar minyak dunia:
- Mengurangi risiko gangguan pasokan minyak mentah ke berbagai negara
- Memberikan sedikit kelegaan bagi negara-negara pengimpor minyak yang bergantung pada rute ini
- Menunjukkan bahwa Iran masih terbuka untuk dialog terkait isu pelayaran internasional
Namun, para analis mengingatkan bahwa situasi tetap rapuh mengingat ketegangan militer yang belum sepenuhnya mereda antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya.



