Iran Buka Akses Selat Hormuz untuk 20 Kapal Pakistan, Disebut Pertanda Perdamaian
Iran Izinkan 20 Kapal Pakistan Lewati Selat Hormuz

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memuncak pascaserangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2024 lalu sempat menyebabkan kelumpuhan signifikan pada lalu lintas maritim internasional di Selat Hormuz. Jalur perairan yang dianggap sebagai salah satu yang paling vital di dunia ini praktis tertutup untuk mayoritas aktivitas pelayaran global, menimbulkan kekhawatiran akan dampak ekonomi dan keamanan yang lebih luas.

Lampu Hijau bagi Negara Tertentu

Namun, dalam perkembangan terbaru, pemerintah Iran mulai menunjukkan fleksibilitas dengan memberikan apa yang disebut sebagai "lampu hijau" bagi sejumlah negara tertentu untuk melintasi selat tersebut. Setelah sebelumnya mengizinkan kapal-kapal dari Malaysia, kini giliran Pakistan yang mendapatkan akses istimewa ini.

20 Kapal Pakistan Diizinkan Melintas

Iran secara resmi telah memberikan izin kepada 20 kapal yang mengibarkan bendera Pakistan untuk melintasi Selat Hormuz. Keputusan ini menandai babak baru dalam upaya normalisasi situasi di kawasan yang tengah dilanda ketegangan militer dan politik.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyambut baik keputusan Teheran ini dengan menyebutnya sebagai "pertanda perdamaian" yang sangat penting. Menurut Dar, langkah positif dari Iran ini tidak hanya bermanfaat bagi hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga dapat berkontribusi dalam memulihkan stabilitas dan keamanan di kawasan Timur Tengah yang lebih luas.

"Ini adalah sinyal yang sangat menggembirakan dalam konteks upaya de-eskalasi ketegangan regional. Kami berharap ini dapat menjadi preseden bagi negara-negara lain untuk terlibat dalam dialog konstruktif," ujar Dar dalam pernyataannya.

Implikasi bagi Lalu Lintas Maritim Global

Pembukaan akses terbatas ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju normalisasi penuh lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Sebagai jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, penutupan selat ini sebelumnya telah mengganggu rantai pasokan minyak global dan komoditas penting lainnya.

Para pengamat menilai bahwa keputusan Iran untuk memberikan izin selektif kepada negara-negara tertentu menunjukkan pendekatan bertahap dalam membuka kembali selat tersebut. Namun, masih belum jelas kapan akses penuh akan diberikan kepada semua pelayaran internasional.

Perkembangan ini juga terjadi di tengah pembahasan mekanisme pelintasan untuk kapal-kapal dari negara lain, termasuk dua kapal milik Pertamina dari Indonesia yang sebelumnya juga mendapatkan lampu hijau dari Iran. Situasi ini terus dipantau secara ketat oleh komunitas internasional mengingat sensitivitas dan pentingnya Selat Hormuz bagi perekonomian global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga