Jakarta - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, memberikan respons tegas terhadap ancaman yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Trump sebelumnya mengancam akan menyerang jaringan listrik Iran, namun Larijani memperingatkan bahwa tindakan tersebut justru akan membawa konsekuensi gelap bagi seluruh kawasan.
Peringatan Larijani di Media Sosial
Dalam sebuah unggahan di platform X yang dilaporkan oleh AFP pada Kamis (12/3/2026), Larijani mengutip pernyataan Trump yang menyatakan bahwa AS memiliki kemampuan untuk menghancurkan kapasitas listrik Iran dalam waktu satu jam, meskipun belum melakukannya. Larijani menanggapi dengan nada keras, menegaskan bahwa jika ancaman itu diwujudkan, efeknya akan jauh lebih luas dan cepat dari yang diperkirakan.
Dampak Serangan yang Diantisipasi
Larijani memastikan bahwa seluruh kawasan akan mengalami kegelapan total dalam waktu kurang dari setengah jam jika AS benar-benar melancarkan serangan terhadap infrastruktur listrik Iran. Ia menjelaskan bahwa kondisi gelap gulita ini bukan hanya sekadar gangguan, melainkan akan menciptakan peluang strategis bagi pasukan Iran.
"Nah, jika mereka melakukannya, seluruh kawasan akan gelap dalam waktu kurang dari setengah jam dan kegelapan memberikan kesempatan yang cukup untuk memburu tentara AS yang berlari mencari keselamatan," ujar Larijani dalam pernyataannya. Ini menunjukkan bahwa Iran telah mempersiapkan respons militer yang cepat dan terkoordinasi untuk menghadapi kemungkinan serangan dari AS.
Latar Belakang Ketegangan di Selat Hormuz
Sebagai informasi, Donald Trump mengungkapkan bahwa AS sejauh ini telah menahan diri untuk tidak menyerang lokasi produksi listrik di Iran. Namun, ia menegaskan kesiapan AS untuk mengambil tindakan jika Teheran mencoba mengganggu pasokan minyak global. Ketegangan ini semakin memanas dengan situasi terkini di Selat Hormuz.
Sejak beberapa hari terakhir, Iran telah meningkatkan pengawasan di Selat Hormuz, sebuah jalur laut kritis untuk pengiriman minyak dunia. Iran bahkan dilaporkan tidak segan-segan menyerang kapal-kapal yang berani melintasi selat tersebut, sebagai bagian dari upaya untuk menegaskan pengaruhnya dan mengancam stabilitas pasokan energi global.
Implikasi bagi Keamanan Regional
Pernyataan Larijani ini menambah daftar konflik verbal antara Iran dan AS, yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Ancaman serangan listrik oleh Trump dan balasan dari Iran menyoroti potensi eskalasi militer yang dapat berdampak luas, tidak hanya bagi kedua negara tetapi juga bagi negara-negara di kawasan Timur Tengah.
Dengan Iran mengancam akan memburu pasukan AS dalam kondisi gelap, situasi ini mengindikasikan bahwa konflik dapat dengan cepat berkembang menjadi konfrontasi fisik yang lebih serius. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas keamanan di wilayah yang sudah rentan terhadap gejolak politik dan militer.
Dalam konteks ini, komunitas internasional terus memantau perkembangan dengan cermat, mengingat potensi dampak terhadap ekonomi global dan perdamaian dunia. Respons Iran terhadap ancaman AS ini memperlihatkan ketegasan Teheran dalam mempertahankan kedaulatannya, sekaligus menantang dominasi Amerika di kawasan tersebut.
