Calon jemaah haji Indonesia yang berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, mendapatkan kemudahan berkat layanan Mecca Route. Layanan ini mendapat apresiasi tinggi karena jemaah tidak perlu lagi mengurus proses keimigrasian di Arab Saudi.
Kemudahan Layanan Mecca Route
Mecca Route, atau dikenal sebagai Fast Track, adalah fasilitas percepatan dan pemindahan proses keimigrasian Arab Saudi yang dilakukan langsung di bandara keberangkatan di Indonesia. Dengan demikian, jemaah haji tidak lagi direpotkan dengan urusan keimigrasian saat tiba di Tanah Suci.
Salah satu jemaah asal Jawa Barat, Agung Pribadi (57), mengungkapkan bahwa layanan ini sangat praktis. Menurutnya, jemaah bisa langsung beribadah begitu tiba di Mekah. "Begitu kami datang ke bandara untuk berangkat, sampai di Jeddah sudah langsung diarahkan dari embarkasi ke hotel, lalu kami bisa langsung ibadah. Itu suatu terobosan yang bagi kami sangat baik," kata Agung kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (17/5/2026).
Petugas Imigrasi Saudi di Indonesia
Agung menambahkan, kehadiran petugas imigrasi Saudi di Indonesia membuat jemaah tidak perlu lagi mengantre saat tiba di Tanah Suci. Hal ini membantu jemaah merasa lebih nyaman. "Kami tadi sudah mendapatkan pelayanan yang sangat baik dan cepat, di mana pemeriksaan paspor dan imigrasi sudah dilakukan di embarkasi," jelasnya.
Ia juga mendengar cerita dari kerabat dan tetangga yang lebih dulu sampai di Saudi. Menurut mereka, layanan Mecca Route menghemat energi dan waktu. "Teman-teman yang sudah berangkat duluan dan sudah saya kontak mengatakan puas. Jadi kami tidak capek harus menunggu lagi, mungkin beberapa jam, atau menunggu koper lagi. Itu sudah disediakan langsung," imbuh dia.
Saran Perbaikan Layanan Asrama Haji
Di sisi lain, Agung berharap layanan di asrama haji dapat ditingkatkan. Ia menyinggung fasilitas kamar dan pelayanan penunjang lainnya agar jemaah lebih nyaman. "Mungkin di asrama haji layanannya bisa diperbaiki, baik di kamar, fasilitas-fasilitas, ataupun masakan. Tapi itu bagi kami bukan suatu masalah besar, mungkin hanya bisa lebih dimantapkan lagi," jelasnya.



