Hamas Serukan Iran Hentikan Serangan ke Negara-Negara Teluk
Hamas Serukan Iran Hentikan Serangan ke Negara Teluk

Hamas Serukan Iran Hentikan Serangan ke Negara-Negara Teluk

Gaza City - Dalam perkembangan terbaru konflik regional, kelompok Hamas secara resmi menyerukan kepada Iran, sekutu strategisnya, untuk menghentikan serangan-serangan terhadap negara-negara tetangga di kawasan Teluk. Seruan ini disampaikan sementara perang antara Teheran melawan Amerika Serikat dan Israel terus berkecamuk tanpa tanda-tanda mereda.

Pernyataan Resmi Hamas

Menurut laporan AFP yang dirilis pada Sabtu, 14 Maret 2026, Hamas mengeluarkan pernyataan tegas yang memuat dua poin utama. Pertama, kelompok yang tengah berperang melawan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 tersebut menegaskan hak penuh Republik Islam Iran untuk membela diri dari agresi yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv.

"Kami menegaskan hak Iran untuk merespons segala bentuk agresi dengan segala cara yang tersedia, sesuai dengan norma dan hukum internasional yang berlaku," bunyi pernyataan resmi Hamas. Namun, di sisi lain, mereka juga secara khusus meminta "saudara-saudara di Iran" untuk menghindari penargetan negara-negara tetangga di wilayah Teluk.

Konteks Seruan dan Dukungan Historis

Seruan Hamas ini tidak muncul dalam ruang hampa. Kelompok tersebut sebelumnya telah mengutuk dengan keras pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, dalam serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari 2026. Hamas menyebut pembunuhan itu sebagai "kejahatan keji" dan secara terbuka mengakui dukungan panjang yang diberikan oleh mendiang Khamenei.

"Dia telah memberikan segala bentuk dukungan, baik secara politik, diplomatik, maupun militer, kepada rakyat kami, perjuangan kami, dan gerakan perlawanan kami," jelas Hamas dalam pernyataan duka yang dirilis sebelumnya. Pengakuan ini mempertegas ikatan historis dan strategis yang erat antara Hamas dan pemerintahan Iran.

Eskalasi Serangan Iran dan Dampaknya

Iran diketahui telah melancarkan serangkaian serangan menggunakan rudal dan drone terhadap beberapa negara tetangga di kawasan Teluk. Negara-negara yang menjadi sasaran antara lain Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Serangan-serangan ini diklaim Teheran sebagai tindakan pembalasan atas pengeboman yang dilakukan oleh Amerika Serikat bersama sekutu utamanya, Israel.

Akibat dari serangan tersebut, dilaporkan terjadi kerusakan infrastruktur yang signifikan dan, yang lebih tragis, menelan korban jiwa di sejumlah negara yang terdampak. Situasi ini semakin memperumit dinamika keamanan di kawasan yang sudah rentan.

Seruan kepada Komunitas Internasional

Selain permintaan kepada Iran, Hamas juga menggunakan pernyataannya untuk menyerukan kepada komunitas internasional. Kelompok tersebut mendesak dunia internasional untuk "berupaya dengan sungguh-sungguh menghentikan perang yang sedang berlangsung ini secepat mungkin".

Seruan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam akan eskalasi konflik yang bisa meluas dan berdampak lebih luas, tidak hanya di Timur Tengah tetapi juga pada stabilitas global. Posisi Hamas yang unik, sebagai kelompok yang berperang langsung dengan Israel namun juga memiliki hubungan dengan Iran, membuat seruannya menjadi pernyataan politik yang signifikan dalam peta konflik regional saat ini.