Gencatan Senjata Langsung Dilanggar, Artileri Israel Serang Lebanon Selatan
Gencatan Senjata Langsung Dilanggar Israel di Lebanon

Gencatan Senjata Langsung Dilanggar, Artileri Israel Serang Lebanon Selatan

Gencatan senjata yang disepakati selama 10 hari antara Lebanon dan Israel secara resmi mulai berlaku. Namun, dalam waktu yang sangat singkat, kurang dari satu jam setelah kesepakatan itu diterapkan, pelanggaran langsung terjadi. Artileri Israel dilaporkan terus menembaki wilayah selatan Lebanon, menandai awal yang tidak mulus dari upaya perdamaian sementara ini.

Pelanggaran di Khiam dan Dibbine

Menurut laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), gencatan senjata sebenarnya telah berlaku kurang dari satu jam sebelumnya. Namun, pada saat yang sama, artileri Israel justru meningkatkan intensitas serangannya dengan menembaki kota Khiam dan Dibbine di Lebanon selatan. Penembakan ini tidak hanya melibatkan artileri konvensional, tetapi juga disertai dengan operasi penyapuan yang menggunakan tembakan senapan mesin di daerah tersebut, menunjukkan eskalasi yang signifikan.

Selain di selatan, aktivitas militer Israel juga terdeteksi di wilayah lain. Di Lembah Bekaa barat, NNA melaporkan adanya aktivitas intensif oleh pesawat pengintai Israel yang terbang di atas wilayah Rashaya dan lereng barat Jabal al-Sheikh. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun gencatan senjata secara teori telah berlaku, pengawasan dan potensi ancaman dari udara masih berlangsung.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Suara Tembakan di Pinggiran Beirut

Sementara itu, situasi di pinggiran selatan Beirut juga tidak kalah mencekam. Menurut jurnalis AFP dan rekaman AFPTV, tembakan meletus di area tersebut tepat saat gencatan senjata dengan Israel mulai berlaku pada tengah malam waktu setempat di hari Jumat. Wartawan AFP mendengar suara tembakan dan ledakan dari senjata RPG yang berlanjut selama lebih dari setengah jam, dengan jejak peluru merah terlihat membubung ke langit malam.

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan antrean mobil di beberapa daerah di selatan Lebanon, saat penduduk yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah mereka. Namun, otoritas Lebanon mengingatkan bahwa perang ini telah menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi, dan situasi masih belum sepenuhnya aman.

Peringatan dari Hizbullah dan Otoritas

Sebelumnya, pada hari Kamis, Hizbullah telah menyerukan kepada penduduk Lebanon untuk menunda kepulangan mereka ke selatan negara itu, lembah Bekaa, dan pinggiran selatan Beirut. Mereka meminta masyarakat menunggu "sampai situasinya benar-benar jelas". Komite Kesehatan Islam yang berafiliasi dengan Hizbullah juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menyarankan masyarakat untuk menunggu "sampai Anda yakin bahwa gencatan senjata telah secara resmi diumumkan dan telah berlaku".

Komando militer Lebanon turut mengimbau warga untuk memperhatikan instruksi dari tentara Lebanon yang ditempatkan di selatan, terutama di area di mana pasukan Israel telah menyerbu melintasi perbatasan. Mereka juga memperingatkan tentang bahaya amunisi yang belum meledak dan "benda-benda mencurigakan" yang mungkin masih tersebar di wilayah konflik.

Tidak Ada Serangan Udara, Tapi Artileri Masih Berlanjut

Meskipun tidak ada serangan udara Israel yang dilaporkan dalam satu jam pertama setelah gencatan senjata berlaku, media pemerintah Lebanon menyatakan bahwa "meskipun telah berlalu sekitar setengah jam setelah gencatan senjata berlaku, artileri tentara Israel masih menembaki kota Khiam dan Debbine". Operasi ini berlangsung bersamaan dengan penyisiran menggunakan senapan mesin, menunjukkan bahwa konflik darat masih berlanjut meski kesepakatan damai telah diumumkan.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas gencatan senjata 10 hari tersebut dan komitmen kedua belah pihak untuk menaatinya. Dengan pelanggaran yang terjadi hampir seketika, masa depan perdamaian di wilayah tersebut masih sangat tidak pasti dan dipenuhi ketegangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga