Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, secara terbuka mengungkapkan alasan di balik keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Kerajaan Arab Saudi. Dalam pertemuannya dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan sejumlah ulama di Rumah Dinas Kedubes Arab Saudi di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026), Faisal menegaskan bahwa kehadiran militer AS tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis antara kedua negara untuk memerangi kelompok teroris ISIS.
Penjelasan Resmi dari Dubes Saudi
Faisal Abdullah Al Amoudi dengan tegas menyatakan, "Perlu kami tekankan bahwa angkatan militer yang ada di Kerajaan Arab Saudi adalah merupakan bagian dari upaya kerja sama antara kedua negara, yaitu Amerika Serikat dan Arab Saudi, dalam memerangi yang disebut ISIS." Pernyataan ini disampaikan dalam konteks diskusi yang mencakup topik haji hingga situasi di Timur Tengah, menekankan bahwa keberadaan pangkalan militer AS bukanlah ancaman, melainkan upaya kolaboratif untuk keamanan regional.
Kecaman terhadap Serangan Iran
Lebih lanjut, Dubes Saudi menyayangkan serangan balistik dan drone yang dilancarkan Iran terhadap pangkalan militer AS di Arab Saudi. Dia mengkritik alasan yang dikemukakan Iran sebagai tidak masuk akal, terutama klaim bahwa penyerangan dilakukan karena negara-negara Arab menjadi tempat pangkalan militer Amerika. "Sangat disayangkan sekali lagi bahwa negara-negara Arab Teluk dan juga negara-negara Arab lainnya, negara Islam lainnya, mengalami serangan melalui balistik dan juga drone, dan sangat disayangkan serangan itu datang dari sebuah negara muslim. Dan alasan yang dikemukakan oleh Iran tentu sangat tidak masuk akal," ujar Faisal.
Dia menambahkan bahwa Arab Saudi selalu mengedepankan sikap bijak dan tidak terprovokasi dalam menghadapi konflik ini, dengan fokus pada solusi diplomatik. "Kita sampai saat ini selalu mengedepankan sikap yang bijak, menahan diri, tidak terprovokasi, dan kita selalu mengedepankan solusi diplomatik untuk penyelesaian krisis ini," jelasnya.
Keamanan untuk Ibadah Haji
Di sisi lain, Faisal kembali menegaskan bahwa Arab Saudi dalam kondisi aman dan stabil, terutama dalam menyambut penyelenggaraan ibadah haji. Dia berdoa agar seluruh jemaah haji yang berangkat ke tanah suci tahun ini berada dalam keadaan selamat dan ibadahnya diterima. "Kami mengonfirmasi dan menegaskan bahwa kerajaan Arab Saudi dalam keadaan aman dan stabil, alhamdulillah. Dan tentu kita berdoa semoga para jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini berada dalam keadaan selamat dan kembali dalam keadaan selamat, semua ibadahnya diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala," katanya.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah ulama, menunjukkan pentingnya dialog antarnegara dalam menjaga stabilitas regional. Dengan penjelasan ini, Arab Saudi berharap dapat meredam kekhawatiran terkait keberadaan militer asing di wilayahnya, sambil tetap berkomitmen pada kerja sama internasional untuk memerangi terorisme.



